Pengusaha Kecil Manfaatkan Musrembang untuk Pasarkan Produk
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
LAMPUNG — Sejumlah potensi usaha kecil di Lampung Selatan memanfaatkan penyelenggaraan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) untuk memasarkan produk, mulai dari ikan air tawar hingga hasil olahan industri rumahan.
Ahmad, pemilik usaha budidaya ikan air tawar Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Way Muloh, Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan menyebutkan, pada penyelenggaraan Musrembang yang digelar pada sebanyak 17 kecamatan di Lamsel ia ikut menjual produknya. Keterlibatan Pokdakan Way Muloh menurutnya sekaligus mengenalkan potensi di Penengahan.
Terlibat dalam Musrembang salah satunya di Penengahan memberinya kesempatan berpromosi. Sebab selama ini konsumen kerap datang langsung ke lokasi usaha. Belasan kolam dengan pilihan ikan segar dijual seharga Rp15.000 hingga Rp20.000.
“Partisipasi dalam Musrembang yang dikonsep pasar murah dengan menjual produk kebutuhan masyarakat sekaligus memberi kesempatan untuk menambah jejaring atau chanel, dengan pembudidaya lain, konsumen sehingga jangkauan pemasaran bertambah,” terang Ahmad saat dikonfirmasi Cendana News, Selasa (18/2/2020).
Ahmad juga menyebut sebagian konsumen merupakan kelompok pengolah dan pemasaran (Poklahsar). Jenis hasil perikanan yang dipesan meliputi ikan lele untuk bahan pembuatan abon dan keripik.
“Penjualan hasil perikanan bisa mencapai dua ton per bulan dari berbagai jenis ikan karena permintaan rutin,” terang Ahmad.
Tika, petugas dari Dinas Perikanan Lamsel yang memasarkan produk olahan berbahan ikan mengaku Musrembang jadi ajang memperluas jejaring. Sebab sebagian produk hasil olahan ikan oleh Poklahsar selama ini dipasarkan secara terbatas. Pemasaran menurutnya memakai sistem offline atau langsung dan online memakai media sosial.
Sejumlah Poklhasar menurut Tika dilibatkan dalam keegiatan Musrembang agar semakin dikenal. Hasil olahan yang dipasarkan meliputi abon lele, keripik belut, olahan rumput laut, ikan kering air tawar dan produk lainnya.
Selama kegiatan Musrembang ia menyebut bisa menjual sekitar puluhan kemasan produk dominan abon lele. Selain itu sejumlah konsumen ingin dikirim secara online setelah merasakan produk yang diolah.
“Ada konsumen yang merasakan hasil produk abon lele lalu ingin membeli kembali langsung ke produsen jadi minta kontak telepon,” tutur Tika.
Pemilik usaha kecil lain bernama Risna Pyana menyebut menjual produk olahan pertanian. Warga asal Desa Kekiling, Penengahan itu menyebut kerap ikut pameran dan Musrembang. Produk olahan kopi bubuk, keripik, kacang garing dan produk lain dijual dengan menggunakan kemasan menarik.
Kemasan produk yang menarik menurutnya ikut mendongkrak penjualan. Jenis produk olahan keripik pisang berbagai rasa yang dikemas menarik dijual dalam ukuran 180 gram. Dijual mulai harga Rp10.000 hingga Rp25.000 bisa menjual sekitar 1000 kemasan per bulan. Produk yang kerap dipesan meliputi kopi bubuk dan keripik pisang berbagai rasa.