Pengiriman Masker dari Belitung ke Cina, Meningkat

Proses pengiriman masker dari Belitung ke Cina. -Foto: Ant

BELITUNG – Pengiriman masker dari kantor PT. Pos Indonesia (Persero) cabang Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menuju Cina dan sekitarnya mengalami peningkatan mencapai 101 kilogram dalam sepekan terakhir.

“Sejak wabah virus corona menyerang Cina, setiap hari selalu ada pengiriman masker ke negara Cina,” kata Kepala Posindo cabang Tanjung Pandan, Azmat Nuzul Pasa, di Tanjung Pandan, Senin (10/2/2020).

Menurut dia, pengiriman masker tersebut mulai meningkat terhitung tanggal 2 Februari hingga 9 Februari 2020, bahkan dalam setiap hari selalu ada pengiriman masker dengan negara tujuan Cina.

“Terhitung tanggal 2 sampai tanggal 9 Februari atau seminggu terakhir ini, ada 101 kilogram pengiriman masker keluar dari Belitung,” ujarnya.

Ia menyebutkan, masker tersebut dikirim ke beberapa negara seperti Tiongkok, Taiwan dan Hongkong. Sedangkan untuk satu kotak berisi 500 lembar masker.

“Setiap hari ada pengiriman dua hingga tiga dus,” katanya.

Dikatakan, masker tersebut dikirim dari Belitung melalui Jakarta, dan setelah diproses langsung diterbangkan ke daratan Cina, kecuali Provinsi Hubei di Cina.

“Semua daratan Cina boleh menerima kiriman masker, kecuali Provinsi Hubei, karena kota Wuhan berada dalam kawasan itu,” katanya.

Selanjutnya, aturan pengiriman masker ke Cina itu, dalam satu dus tidak boleh melebihi Rp2 juta atau di bawah lima ribu Yuan, sehingga tidak dianggap barang impor oleh Pemerintah Cina.

“Keterangan di resi atau di kotaknya, diperuntukkan untuk donasi sehingga keterangan untuk donasien atau not for sale, sehingga tidak dianggap barang impor itu dianggap barang amal,” katanya.

Hal itu dilakukan karena penerima masker tersebut tidak membutuhkan lisensi, seperti barang medis lainnya.

“Jadi, dianggap seperti pakaian layak pakai yang disalurkan untuk membantu masyarakat,” ujar dia.

Ia juga memohon maaf, bila pengiriman masker dari Belitung ke negara tujuan mengalami keterlambatan, karena padatnya pengiriman paket ke tujuan Cina serta proses pemeriksaan di Bea Cukai memerlukan waktu dan keterbatasan penerbangan.

“Karena saat ini tidak ada penerbangan langsung dari Indonesia menuju Cina, dan volume pengiriman masker tujuan Cina juga sangat tinggi. Posindo Tanjung Pandan mohon maaf bila ada keterlambatan pengiriman,” ujarnya. (Ant)

Lihat juga...