Malaysia Perluas Larangan Masuk Wisatawan China
KUALA LUMPUR – Malaysia memperluas larangan masuk, untuk wisatawan dari China, termasuk dari Provinsi Zhejiang dan Jiangsu. Hal itu dilakukamn, setelah China memutuskan untuk mengisolasi sejumlah kota di provinsi tersebut.
Kebijakan China tersebut dalam upaya mengekang penyebaran wabah virus corona, yang sudah menelan lebih dari 800 korban jiwa. Negara Asia Tenggara itu pada 27 Januari memberlakukan larangan sementara bagi wisatawan yang tiba dari Kota Wuhan, pusat wabah virus, dan sekitar Provinsi Hubei.
Wakil Perdana Menteri Malaysia, Wan Azizah Wan Ismail menyebut, keputusan itu diambil, menyusul langkah China yang juga memperluas kebijakan isolasi. China mengisolasi lima kota di Provinsi Zhejiang, dan dua kota di Provinsi Jiangsu.
Sementara Ibu kota provinsi Hubei, Wuhan, telah terisolasi sejak 23 Januari lalu. “Pembatasan perjalanan akan diberlakukan seiring dengan penyekatan kawasan oleh Pemerintah China,” kata Wan Azizah, Minggu (9/2/2020).
Pembatasan akan berlaku bagi semua wisatawan dari negara mana pun, yang telah berkunjung ke Hubei, Zhejiang dan Jiangsu. Hingga Sabtu (8/2/2020) Malaysia telah melaporkan adanya 16 kasus virus corona yang terkonfirmasi. Dua kasus di antaranya, diperbolehkan pulang setelah dinyatakan sembuh.
Bank Sentral Singapura, pada Minggu (9/2/2020) mengeluarkan instruksi bagi lembaga keuangan, untuk membuat kebijakan khusus dan langkah pencegahan, setelah pemerintah meningkatkan status siaga terhadap virus corona.
Dalam instruksinya, Otoritas Moneter Singapura mengatakan, lembaga keuangan harus melakukan pengawasan internal secara efektif di seluruh aktivitas operasionalnya, dan pembagian tim untuk urusan tersebut agar segera dilaksanakan.
Otoritas keuangan Singapura itu juga meminta lembaga keuangan mengantisipasi tingginya permintaan uang tunai, dan mempersiapkan layanan keuangan lainnya. Pemerintah Singapura pada Jumat (7/2/2020) meningkatkan status siaga virus corona. Hal itu dilakukan, saat mengumumkan adanya sejumlah warga yang terinfeksi, meski tidak punya riwayat berpergian ke China. (Ant)