KMP Slavatore “Blackout”, Supir Truk Ekspedisi Minta Kompensasi
Editor: Mahadeva
LAMPUNG – Penumpang KMP Salvatore, yang merupakan pengemudi truk ekspedisi meminta kompensasi kerugian karena kejadian blackout yang dialami kapal saat ditumpangi, Senin (3/2/2020).

Joko, salah satu pengemudi kendaraan truk ekspedisi menyebut, mereka akan kena charge atau denda dari pengusaha, karena mengalami keterlambatan pengiriman. Dan keterlambatan terjadi karena kejadian blackout tersebut. “Para pengemudi telah membuat kesepakatan dengan penanggungjawab kapal agar ada kompensasi keterlambatan,” ungkap Joko.
Karena kejadian tersebut, Joko mengaku kecewa. Saat naik kapal dari Bakauheni, disebutnya kapal dalam kondisi baik. Pengemudi yang membawa kendaraan truk eksepedisi bermuatan gula sebanyak 40 ton itu menyebut, akan membawa gula dari Lampung ke Cikupa.
Selain denda, Joko menyebut, biaya makan dan kebuthan lain-lain juga akan mengalami pembengkakan. Beruntung ia dan pengemudi truk ekspedisi dijanjikan kompensasi atas peristiwa blackout KMP Salvatore tersebut.
Sementara itu, sebanyak 147 penumpang KMP Salvatore yang mengalami blackout berhasil dievakuasi. Penumpang juga mendapat jaminan untuk bisa melanjutkan perjalanan ke Merak. Mereka diberangkatkan dengan kapal eksekutif. Iwan Syahrial, Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni menyebut, penanganan evakuasi penumpang dilanjutkan dengan proses evakuasi kendaraan.

Berdasarkan manifest, KMP Salvatore milik PT Tri Sumaja Lines (sebelumnya tertulis BSP), memuat sebanyak 53 kendaraan roda empat dan 10 kendaraan roda dua. Kendaraan di dalam kapal yang seharusnya keluar di pintu haluan, akhirnya diturunkan dengan cara mundur di ramdoor buritan kapal. Kendaraan yang telah dikeluarkan diarahkan untuk parkir di area dermaga tiga.
Usai evakuasi penumpang dan kendaraan, KMP Salvatore dilabuh sandarkan (anchor). “Pemeriksaan kondisi kapal akan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya blackout dan sementara kapal di-anchor-kan di perairan Bakauheni,” terang Iwan Syahrial saat dikonfirmasi Cendana News, Senin (3/2/2020) malam.
Iwan Syahrial menyebut, KMP Salvatore terakhir menjalani uji petik laik berlayar saat angkutan Natal dan Tahun Baru. Dan ia menyebut, insiden tersebut sebagai musibah. Dan penanganan yang cepat oleh pihak terkait membuat penumpang dan kendaraan bisa dievakuasi tanpa korban jiwa. Meski mengalami mati mesin saat di alur keluar yang ada di sekitar pulau Prajurit, kapal masih bisa kembali ke dermaga tiga sehingga memudahkan proses bongkar muat kendaraan.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Hasan Lessy, saat dikonfirmasi memilih menyerahkan insiden tersebut kepada KSOP. Ia memastikan, peristiwa tersebut sebagai musibah, dan penumpang serta kendaraan bisa dibawa kembali ke darat. Upaya memberi kenyamanan bagi penumpang dilakukan dengan memberangkatkan penumpang melalui dermaga eksekutif. “Usai dievakuasi dan didata semua penumpang langsung bisa melanjutkan perjalanan,” pungkas Hasan Lessy.