Hadapi Malaysia di Final BATC 2020, Minions Berharap Terbaik

JAKARTA – Setelah memastikan kemenangan bagi tim putra Indonesia di babak semi final Badminton Asia Team Championships 2020, ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon berharap bisa bermain sebaik mungkin di babak final, Minggu (16/2/2020).

Di final, Indonesia akan bertemu tim Malaysia. “Kalau di lapangan semua tim punya peluang yang sama. Peluangnya 50-50 untuk final besok, yang penting besok harus bisa kasih yang terbaik buat tim,” ujar Kevin, Sabtu (15/2/2020).

Tim Indonesia melaju ke final setelah menaklukkan India dengan skor 3-2 di babak empat besar. Minions menjadi penentu nasib Indonesia, setelah mengalahkan pasangan India Lakshya Sen/Chirag Shetty 21-6, 21-13. Sedangkan Malaysia, lolos ke partai puncak setelah mengalahkan Jepang dengan skor sempurna 3-0.

Marcus menyebut, tim Malaysia merupakan tim yang kuat. Ada pasangan andalan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, yang kemungkinan akan turun sebagai ganda pertama. “Mereka memang pemain bagus, di sini mereka belum pernah kalah. Kami harus mewaspadai mereka, karena di sini mainnya harus lebih cepat temponya,” kata Marcus menyikapi pasangan Chia/Soh.

Pada laga semi final, India yang tak turun dengan kekuatan penuh, mampu memberikan perlawanan sengit bagi tim Indonesia yang diunggulkan di tempat pertama. Tiga poin kemenangan Indonesia dipersembahkan oleh Anthony Sinisuka Ginting, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Kevin/Marcus.

Dua tunggal putra Indonesia masih belum tampil maksimal. Jonatan Christie dan Shesar Hiren Rhustavito, gagal mengamankan partai kedua dan keempat. “Pertandingan tadi tidak mudah, apalagi menghadapi Chirag yang sudah biasa main ganda putra dan memang dia pemain bagus. Tadi kami lebih siap di lapangan,” kata Kevin.

“Saya pribadi tidak menduga, saya berharap kami bisa menang lebih cepat. Tapi tim India memang kuat, kami sebagai pemain harus siap dalam situasi apa pun,” tambah Marcus.

Sementara itu, Manajer Tim Indonesia di BATC 2020, Susy Susanti, mengomentari performa tim putra, setelah mencetak kemenangan tipis 3-2 atas India di babak semi final. “Sebetulnya kalau lihat kekuatan, kami lebih unggul. India memang mengatur untuk ambil poin di tunggal. Jonatan (Christie) tadi masih belum lepas, dia harus bisa atur strategi lagi supaya jangan ikut permainan lawan, tadi mainnya agak monoton. Shesar (Hiren Rhustavito) pun masih harus cari cara main yang lebih taktis lagi,” kata Susy.

Sementara itu, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan sempat bertarung sengit melawan M.R Arjun/Dhruv Kapila hingga berakhir dengan tiga game dengan skor 21-10, 14-21, 23-21. “Hendra/Ahsan di gim pertama sudah bisa menang mudah, tapi di gim kedua mungkin agak lengah dan ini yang dimanfaatkan lawan. Di gim ketiga jadi ada tekanan. Kalau Kevin/Marcus di partai terakhir memang kami sudah agak tenang, mereka istilahnya adalah kartu As kami,” ujar Susy.

Menghadapi Malaysia di final, Susy berharap tim Indonesia bisa lebih waspada dari awal dan tidak lengah. “Kalau lihat penampilan Malaysia, mereka memang bagus dari babak awal. Tapi kami sudah sering ketemu tim Malaysia, para pemain sudah tahu lawan-lawan mereka. Di SEA Games 2019 lalu, kami menang dengan komposisi yang sama, jadi besok tinggal bagaimana atur strategi dan keberaniannya di lapangan,” kata Susy.

Indonesia akan berjuang untuk merebut gelar hat-trick di Badminton Asia Team Championships 2020. Sebelumnya, tim putra juga memenangkan gelar juara beregu Asia di 2016 silam yang berlangsung di Hyderabad, India dan di 2018 di Alor Setar, Malaysia. Laga final Badminton Asia Team Championships 2020 melawan Malaysia, akan berlangsung Minggu (16/2/2020) pada pukul 16.00 waktu Manila atau 15.00 WIB. (Ant)

Lihat juga...