Baznas Kembangkan Perkuliahan Lewat Teknologi Digital

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melakukan terobosan di bidang pembinaan mahasiswa penerima beasiswa Baznas dengan memanfaatkan teknologi komunikasi digital.

Direktur Lembaga Beasiswa Baznas (LBB), Sri Nurhidayah mengatakan, Baznas memberikan pembinaan bagi mahasiswa penerima beasiswa cendekiawan Baznas, salah satunya adalah melalui kuliah WhatsApp. Dengan mengundang mereka dalam satu media group teknologi komunikasi digital.

“Kuliah melalui WhatsApp adalah salah satu pembinaan yang dilakukan Baznas untuk mahasiswa penerima beasiswa Baznas. Durasinya semester 5 sampai 8. Ini kami lakukan di semester 7,” kata Sri kepada Cendana News di sela acara bedah buku ‘Berdaya dari Ruang Maya’ di Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Ada lima topik kuliah WhatsApp, salah satunya adalah Netiket atau etika di media sosial. “Netiket ini topik yang paling diminati mahasiswa. Kita buka empat group WhatsApp. Satu group itu ada 250 orang,” ujarnya.

Menurutnya, sistem kuliah ini tidak ada ujian akhirnya, karena sifatnya adalah pembinaan bagi mahasiswa. Dengan topik perkuliahan yang merupakan pilihan Baznas.

Namun karena kuliah ini merupakan pembinaan, maka sebelum mengikutinya ada akad yang ditandatangani mahasiswa tersebut.

Alhamdulillah sejauh ini mereka memahami dan kami nilai yang hadir itu. Karena setelah kuliah WhatsApp ini, yang harus mereka lakukan adalah mengisi evaluasi dalam waktu 5-10 menit. Jadi, dari situ kita bisa lihat bagaimana mereka mengikuti, paham atau tidak,” jelasnya.

Secara umum tambah dia, mahasiswa penerima beasiswa cendekiawan Baznas memang mengikuti kuliah dengan bertemu langsung dosen dalam paparan mata kuliah di ruang kelasnya.

Namun pada sistem kuliah WhatsApp sebagai pembinaan ini dilakukan karena ada sebanyak 89 kampus di seluruh Indonesia yang tempat mahasiswa penerima beasiswa Baznas menimba ilmu.

“Terlalu mahap jika mendatangkan atau kami datangi semua kampus itu. Jadi kuliah melalui WhatsApp ini, salah satu terobosan yang Baznas lakukan,” tukas Sri.

Dalam mengikuti sistem kuliah ini tidak ada sertifikat yang diberikan bagi mahasiswa. “Tidak ada ujian dan sertifikat, yang penting ilmu yang didapat bisa diterapkan dalam kehidupan mereka,” ujarnya.

Direktur Inke Maris, Widyaretna Beunastuti, saat ditemui di sela acara bedah buku ‘Berdaya dari Ruang Maya’ di Jakarta, Rabu (19/2/2020). -Foto: Sri Sugiarti

Direktur Inke Maris, Widyaretna Beunastuti, mengatakan, kuliah WhatsApp ini merupakan terobosan LBB yang harusnya bisa diikuti oleh lembaga pendidikan lainnya.

“Karena menurut saya, informasi juga bisa cepat diterima oleh mahasiswa dan juga bagi kami narasumber sangat praktis untuk bisa menyampaikan ilmu atau informasi pada mahasiswa,” kata Widya yang merupakan pemberi materi pada kuliah WhatsApp, kepada Cendana News, Rabu (19/2/2020).

Dia menyampaikan, waktu kuliah ini berdurasi dua jam, yang terinci 45 menit untuk sesi tanya jawab. Dalam sistem kuliah ini tentu menurutnya, pemberi materi harus aktif dan cepat dalam memberikan jawaban dari setiap pertanyaan yang dilontarkan mahasiswa.

“Sebagai nara sumber, saya harus aktif dan mempunyai paling tidak ada internet yang cukup cepat. Sehingga kita bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dari mahasiswa itu dengan lebih cepat dan sangat responsif,” imbuhnya.

Sejauh ini paling tidak kata dia, dalam kuliah sistem ini apa yang dipaparkan bisa sampai kepada mahasiswa. Dan tentu diharapkan meraka menjadi paham dan mengerti.

Dalam penyampaian paparan topik dengan menggunakan slide yang bisa langsung di-share melalui WhatsApp. Sehingga mereka juga langsung bisa memantau dan melihat.

“Ada pertanyaan  mahasiswa dari Makasar, Papua dan daerah lainnya. Itu luar biasa, ternyata kuliah ini bisa sampai seluruh Indonesia. Ini satu kelebihan dari kuliah WhatsApp yang diadakan Baznas,” ujar Widya.

Terkait topik perkuliahan yang disampaikan, menurutnya, adalah tema yang sudah dipilih Baznas yang bisa dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari.

“Mungkin bukan tema akademik atau kuliah yang wajib. Tetapi mata kuliah pilihan yang membantu tidak hanya dari sisi akademik saja, tapi seorang mahasiswa itu harus dibekali bagaimana mereka di dunia nyata bisa sukses dengan ilmu lain,” pungkasnya.

Lihat juga...