ASDP Terapkan Reservasi Tiket Online Mulai Maret

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Mulai awal Maret nanti, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memberlakukan reservasi tiket online, guna mengurangi kepadatan antrean, terlebih menjelang Lebaran tahun ini.

Syaifulail Maslul, Humas PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, menyebut reservasi tiket online dilakukan pada awal Maret menjadi persiapan saat pelayanan angkutan lebaran Idulfitri tahun ini.

Penerapan pelayanan reservasi tiket online lanjut Syaifulail Maslul melalui laman www.ferizy. com, diberlakukan pada dua lintasan penyeberangan atau empat pelabuhan ASDP.

Penerapan reservasi tiket online dilakukan di pelabuhan Bakauheni, Lampung dan Merak, Banten, serta pelabuhan Ketapang di Jawa Timur dan Gilimanuk di Bali.

Syaifulail Maslul, Humas PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Lampung Selatan, saat ditemui Cendana News, Sabtu (29/2/2020). -Foto: Henk Widi

Pelayanan kepada pengguna jasa yang akan menyeberang menggunakan kapal, kata Syaifulail Maslul, cukup fleksibel. Pemesanan dilakukan tanpa harus datang ke pelabuhan, melainkan bisa menggunakan gawai. Pembayaran yang dilakukan bisa menggunakan uang elektronik. Sebelumnya, penerapan pembelian uang elektronik masih dilakukan dengan vending machine.

“Sekarang dengan sistem reservasi online, saat datang ke pelabuhan pengguna jasa tinggal mencetak tiket yang sudah dipesan secara online, sehingga tidak harus mengisi saldo uang elektronik dan mengantre,” terang Syaifulail Maslul, Sabtu (29/2/2020).

Penerapan reservasi tiket online kapal penyeberangan, menurut Syaifulalil Maslul disosialisasikan sejak lama. Perubahan pola pembelian tiket secara online menjadi cara meminimalisir penggunaan uang tunai.

Transformasi pembelian tiket online pada pelabuhan penyeberangan memudahkan masyarakat, sebab selama ini pengguna jasa harus mengantre untuk membeli tiket di loket yang disediakan.

Meski akan menerapkan reservasi online, pengguna jasa yang masih membeli secara offline tetap dilayani, sebab pengguna jasa yang akan menyeberang tidak seluruhnya memahami tata cara pembelian tiket online. Edukasi penerapan sistem reservasi online akan diberikan kepada pengguna jasa melalui media sosial, brosur, pamflet.

“Edukasi kepada pengguna jasa penyeberangan dengan kendaraan, pejalan kaki akan terus dilakukan, agar migrasi bisa dilakukan,” beber Syaifulail Maslul.

Migrasi pemesanan tiket online, terus akan dikembangkan. Sesuai rencana, penjualan tiket akan dilakukan dengan online travel agent (OTA). Koordinasi dengan sejumlah pihak, di antaranya pemilik jasa ekspedisi, penumpang pejalan kaki gencar dilakukan. Sebab, layanan tiket online menyerupai sistem pemesanan moda transportasi pesawat, kereta api.

Hasan, salah satu pengguna jasa asal Lampung Timur menyebut reservasi online cukup membantu. Ia bisa menghindari penggunaan uang tunai saat pembelian tiket online. Memiliki gawai android yang bisa mengakses pembelian tiket online, ia sudah bisa memesan sebelum berangkat, sehari sebelum berangkat menggunakan moda transportasi kapal.

“Saat ini pengguna jasa lebih dimudahkan, sebab saat tiba di pelabuhan cukup menunjukkan E-KTP dan mencetak tiket,” bebernya.

Penggunaan vending machine untuk mencetak boarding pass dan tiket tetap dilayani petugas. Sejumlah pengguna jasa yang belum memesan tiket online, menurut Hasan masih dilayani secara manual. Cara yang digunakan dengan menyerahkan uang elektronik jenis Emoney, Tapcash, Blink, Brizzi.  Petugas akan membantu melakukan pembelian pada alat vending machine yang disiapkan.

Lihat juga...