WNI di Kuwait Diminta Waspadai Perkembangan Situasi
JAKARTA – Kedutaan Besar Indonesia di Kuwait City mengimbau, setiap Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di Kuwait, untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan situasi di negara tersebut.
Imbauan tersebut disampaikan, terkait eskalasi konflik di Iran dan Irak. “Perkembangan situasi di Iran dan Irak menunjukkan adanya potensi konflik lanjutan. Walaupun tidak terlibat dalam konflik, berbagai negara, termasuk Kuwait, masih mungkin terkena dampak karena kedekatan geografis,” demikian dikatakan KBRI Kuwait City dalam keterangan tertulis, Senin (6/1/2020).
Oleh karena itu, KBRI mengimbau, WNI di Kuwait untuk tetap tenang dan waspada. Mengikuti perkembangan situasi di Kuwait dari sumber resmi, yakni instansi pemerintah setempat dan media berita resmi. “Selalu cek ulang dan konfitmasi kebenaran info lisan atau melalui media sosial dengan KBRI Kuwait, instansi terkait dan sumber resmi lain,” demikian tambah KBRI Kuwait City.
KBRI juga mendorong WNI untuk melaporkan diri dan keluarga, yang dapat dilakukan secara daring melalui laman www.peduliwni.kemlu.go.id. Kemudian bisa konsultasi melalui hotline +96597206060, atau langsung datang ke KBRI Kuwait City. Para WNI juga dihimbau untuk membawa dokumen indentitas lengkap, seperti kartu identifikasi Kuwait (civil ID) dan paspor Indonesia, baik dalam bentuk dokumen asli maupun fotokopi. WNI juga diminta memastikan keamanan penyimpanan semua dokumen asli, apabila sewaktu-waktu diperlukan.
“Selalu ikuti arahan polisi dan petugas keamanan Kuwait di lapangan. Perkuat jejaring info, dan aktif saling berkoordinasi internal komunitas WNI di Kuwait, khususnya Koordinator Wilayah dan Koordinator Lapangan Contingency Plan Evakuasi WNI di Kuwait,” keterangan tersebut lebih lanjut.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Iran, Amir Hatami menyatakan, Iran akan mengambil langkah pembalasan atas pembunuhan Mayor Jenderal Qassem Soleimani, komandan Pasukan Elite Quds. Hal tersebut sudah dilansir Kantor Berita IRNA. Presiden Iran Hassan Rouhani, dan Pemimpin Agung Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sama-sama memberikan respons senada atas kematian Soleimani, yang diakibatkan serangan roket oleh pesawat nirawak AS di Bandara Internasional Baghdad.
Keduanya menyebut, Iran akan lebih bertentangan lagi dengan AS. Amerika Serikat telah membunuh komandan militer kenamaan Iran, Qassem Soleimani, dalam serangan di Irak yang direstui Presiden AS Donald Trump. Seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengatakan, Soleimani telah merencanakan serangan segera terhadap personel AS di Timur Tengah. Soleimani, adalah seorang jenderal berusia 62 tahun yang mengepalai pasukan Penjaga Revolusi Iran di luar negeri. Dia sering dianggap sebagai tokoh paling kuat kedua di negara itu, setelah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. (Ant)