Waspada Banjir di Jakarta Masih Potensial hingga Esok
Editor: Koko Triarko
JAKARTA – Stasiun pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menunjukkan curah hujan tertinggi di wilayah Jakarta Sabtu (18/1) pagi, berada di Pakubuwono dengan tingkat curah hujan 105 mm per hari atau dalam kategori curah hujan sangat lebat.
“Curah hujan itu terbagi lima. Ringan antara 0.5 – 20 mm per hari, Sedang 20-50 mm per hari, Lebat 50-100 mm per hari, Sangat Lebat 100-150 mm per hari dan kategori ekstrim diatas 150 mm per hari,” kata Kasubbid Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Siswanto, M.Sc., saat dihubungi, Sabtu (18/1/2020).
Dari pantauan BMKG, curah hujan tertinggi didapatkan dari stasiun Pakubuwono yang menunjukkan angka 105 mm per hari.

“Kalau dalam peta BMKG, warnanya merah. Sementara untuk kategori lebat dengan curah hujan sekitar angka 80an, terpantau di stasiun Pulomas, Bogor dan Mauk Tangerang,” urai Siswanto.
Kategori lebat dengan angka curah hujan 60-79 mm per hari terpantau di Katulampa, Halim Perdanakusuma, stasiun Klimatologi Tangerang Selatan dan stasiun Meteorologi Kemayoran.
“Yang paling banyak itu pada kategori lebat angka 50an. Yaitu di Sunter Timur I Kodamar, Krukut Hulu, Manggarai, AWS Gunung Geulis, Teluk Gong, AWS TMII, Kedoya dan Waduk Melati,” paparnya.
Untuk kategori sedang, terpantau di stasiun Tanjungan, Istana, AWS IPB Bogor dan ARG Tomang.
“Secara umum, curah hujan terpantau tinggi di wilayah Hulu dan sebelah barat Jakarta. Sehingga, dilaporkan adanya genangan dan banjir pada beberapa titik di berbagai wilayah Jakarta,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain di Jabodetabek, curah hujan dengan kategori lebat juga termonitor di sebagian besar Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah bagian barat, Lampung, Bengkulu, Sumatra Selatan dan Bangka Belitung.
“Prakiraan BMKG, menunjukkan hingga pukul 7 esok, Jakarta masih berpotensi waspada banjir,” ucapnya.
Selain Jakarta, wilayah yang berpotensi banjir lainnya adalah Sumatra Barat hingga Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, seluruh wilayah Kalimantan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah.
“BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada dan memperhatikan peringatan dini yang dikeluarkan oleh otoritas terkait,” pungkasnya.