Transisi Darurat Pemulihan Pascabanjir di Kota Bekasi, 30 Hari
Editor: Makmun Hidayat
BEKASI — Masa tanggap darurat bencana banjir di Kota Bekasi, Jawa Barat, sudah resmi berakhir pada Selasa (14/1/2020). Bencana banjir saat ini ditetapkan memasuki fase transisi darurat ke pemulihan hingga 30 hari kedepan.
“Status menjadi transisi darurat (pemulihan) hingga 30 hari ke depan. Hal tersebut hasil dari rapat bersama dengan BMKG Bogor, dan BWCC kemarin malam,” ungkap M. Jufri, Kepala BPBD Kota Bekasi, kepada Cendana News, Kamis (16/1/2020).

Dikatakan hasil dari pemaparan BMKG Bogor, menyampaikan bahwa sampai Februari, sesuai analisa di wilayah Kota Bekasi dan sekitarnya masih akan turun hujan dengan entitas tinggi dan sedang.
Menurutnya selama masa transisi darurat BPBD Kota Bekasi bersama instansi lainnya akan melakukan pendataan terkait kerusakan rumah, fasilitas sosial dan lainnya yang mengalami kerusakan akibat banjir yang melanda awal tahun. Begitu pun penyempurnaan bronjing dan normalisasi Kali Bekasi terus dilaksanakan.
“Fokus saat ini masih soal pembersihan lumpur di lingkungan komplek warga terutama di dalam drainase atau got,” ungkap M Jufri.
Diakuinya pemulihan pascabanjir di Kota Bekasi masih belum seratus persen. Ada beberapa titik yang terus dilakukan pembersihan terutama di wilayah Kecamatan Jatiasih yang mengalami bencana cukup parah.
“Kondisi saat ini belum selesai pascabanjir, terutama di satu kelurahan wilayah Kecamatan Jatiasih seperti wilayah PGP, Villa Jatirasa, Komplek AL, Kemang IFI dan PML. Masih perlu penanganan terkait lumpur dan sampah,” papar Jufri.
Menurutnya untuk pengangkutan sampah sudah hampir selesai meskipun di beberapa komplek masih tersisa. BPBD fokus pada normalisasi drainase, dengan dilakukan penyemprotan menggunakan mobil Damkar setelah lumpur tinggal sedikit.
Dia mengakui dalam pembersihan lumpur di komplek warga, BPBD mengalami kesulitan karena banyak tembok atau jembatan beton yang berada di lokasi hok atau ketika masuk ke garasi warga di perumahan.
“Diharapkan ke depan untuk jembatan atau pintu masuk garasi bisa diganti dengan teralis. Sehingga jika terjadi banjir lebih gampang dalam pembersihannya,”tukasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa ke depan ada wacana pemasangan sirine, di setiap komplek perumahan di Kota Bekasi yang berlokasi dengan Kali Bekasi. Sehingga sewaktu-waktu ada banjir sirine bisa di bunyikan agar warga waspada.
Begitupun normalisasi Kali Bekasi sudah mulai diusulkan langsung oleh Wali Kota Bekasi ke pusat seperti pendalaman alur Kali Bekasi dengan dilakukan pengerukan.
“Dalam keadaan normal ada beberapa lokasi kedalamannya hanya satu meter. Begitupun untuk bendungan ada beberapa bendungan yang dulunya untuk ke aliran sawah. Tapi sekarang sawah sudah tidak ada lagi, tentunya harus di koordinasikan apakah bendungan perlu dibuka atau tidak tentu harus ada kajian lagi,” pungkasnya.