Taman Bunga Celosia Merebak di Metro Lampung
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Keindahan warna-warni bunga celosia (Celosia argentea) menjadi salah satu spot wisata pilihan di Kota Metro Lampung. Sejumlah tempat dengan tawaran keindahan taman didominasi bunga celosia, pun bermunculan di wilayah tersebut.
Suti Amelia (44) yang melihat peluang bisnis wisata berkonsep bunga celosia bersama Kerut (50), sang suami, memilih menciptakan taman bunga celosia dan jenis bunga matahari (Heliantus annus L).
Ia menyebut, keindahan bunga celosia dengan warna dominan merah, kuning, ungu, oranye, menjadi daya tarik jika dikonsep seperti taman.
Memiliki suami yang bekerja di sektor perkebunan, membuat ia memilih agrobisnis bunga. Hausnya generasi milenial akan spot foto yang indah untuk diunggah ke media sosial, membuatnya memutuskan terjun pada bisnis taman bunga.

Meski tidak memiliki lahan, ia menyewa lahan milik petani. Terletak di jalan FKKPI ,Rejomulyo, Metro Selatan, Kota Metro Lampung, ia menanam bunga celosia dan bunga matahari. Membutuhkan lahan seluas 60 x 50 meter, bibit bunga, biaya pengolahan, perawatan dan penambahan sejumlah aksesoris, ia harus merogoh kocek hingga Rp75 juta. Investasi di bisnis wisata taman bunga diakuinya masih cukup menjanjikan.
“Awalnya ada taman celosia yang terlebih dahulu muncul, bahkan di wilayah Metro ada lebih dari sembilan lokasi, namun peluang usaha membuat taman bunga saya prediksi masih menjanjikan saat liburan,” ungkap Suti Amelia, saat ditemui Cendana News di pintu masuk taman bunga celosia, miliknya, Minggu (5/1/2020).
Menurutnya, keunikan atau ciri khas akan menjadi daya tarik bagi taman bunga yang dikelolanya. Bibit bunga celosia dalam bentuk biji dipesan secara online dari Bandung, lalu disemai. Setelah proses penyemaian pada lahan dengan mulsa, tanaman celosia dan bunga matahari mulai berbunga saat usia lima bulan. Ia sengaja memprediksi bunga bermekaran pada Desember dan bisa dinikmati hingga Februari.
Ia mulai membuka taman bunga celosia miliknya sejak 10 Desember 2019. Semula ia mengaku hendak membuka taman celosia pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019/2020. Namun antusiasme masyarakat untuk berfoto di taman miliknya membuat ia membuka taman itu lebih awal. Kunjungan makin meningkat, berkat peran media sosial instagram pengunjung.
“Pengunjung didominasi generasi muda yang selalu mengunggah kunjungan ke instagram, sehingga selalu ramai selama liburan,” beber Suti Amelia.
Wanita asal Lubuk Linggau, Sumatra Selatan itu mengungkapkan, waktu tepat menjadi kunci taman celosia miliknya ramai. Sebab, berbarengan dengan libur sekolah dan Nataru. Sesuai catatan data kunjungan, rata-rata pengunjung per hari mencapai 2.000 orang selama liburan. Puncaknya pada Rabu (1/1/2020), pengunjung mencapai 5.000 orang dalam sehari. Pengunjung dominan dari Jakarta, Bandar Lampung dan luar kota.
Membuat taman celosia yang berbeda dari tempat lain, membuat lokasi miliknya masih menjadi magnet bagi wisatawan. Keunikan taman celosia yang dikelolanya dengan adanya sejumlah spot foto yang Instagramable.
Spot foto yang tersedia di antaranya balon udara, rumah khas Eropa, payung gantung, bunga sakura ala Jepang hingga hanbok atau pakaian khas Korea untuk berfoto.
“Spot foto yang dilengkapi dengan sejumlah ornamen menjadi ciri khas taman celosia yang saya kelola, sekaligus menjadi kenangan pengunjung,” beber Suti.
Suti Amelia mengaku sadar, bahwa peluang usaha taman celosia akan mencapai masa pudar. Kondisi tersebut dipengaruhi masa pembungaan maksimal hingga tiga bulan. Makin tua bunga akan mempengaruhi kecerahan warna.
Ia bahkan harus siap kunjungan akan sepi dan omzet jutaan bahkan puluhan juta, akan berkurang. Sebagai antisipasi, ia telah menyewa lahan lain yang siap dipakai untuk taman yang baru.
Taman celosia milik Suti Amelia terbilang cukup strategis. Dari arah Bandar Lampung, lokasi ada di sebelah kanan. Terletak di dekat jalan utama Budi Utomo, taman tersebut bahkan sudah sangat terlihat mencolok di antara area persawahan.
Merogoh kocek Rp10.000 untuk orang dewasa, Rp5.000 bagi anak-anak, pengunjung bisa berpose sepuasnya pada sejumlah spot yang tersedia. Penyewaan payung ala Jepang dan hanbok disediakan dengan biaya Rp30.000.
“Ada jembatan seperti di Jepang lengkap dengan gapura, bunga sakura dan suasana ala Eropa, seperti di Belanda,” beber Suti Amelia.
Suti Amelia membuat taman celosia sekaligus peluang usaha bagi warga. Keberadaan taman celosia membuka peluang usaha kuliner makanan dan minuman ringan. Selain itu, sejumlah warga bisa memanfaatkan jasa parkir bagi kendaraan roda dua Rp2.000, dan Rp5.000 bagi mobil. Meski area parkir terbatas, namun pengunjung datang silih berganti saat musim liburan.
Novianti, pengunjung asal Bandar Lampung mengaku baru sempat ke taman celosia pada libur awal tahun, setelah melihat unggahan sejumlah kawan di instagram. Menempuh perjalanan selama satu jam lebih dengan kondisi jalan yang mulus, ia berlibur ke taman celosia itu bersama keluarganya.
“Suasana persawahan dengan taman bunga celosia, matahari, sangat menyegarkan mata dan objek foto menarik,” ungkap Novianti.
Novianti mengaku bisa berfoto dengan latar belakang sejumlah ornamen bunga sakura. Memanfaatkan sudut pengambilan foto yang tepat, ia menghasilkan gambar serasa ada di Jepang. Pada sejumlah spot foto, ia bahkan bisa mendapat foto yang menarik untuk memenuhi galeri Instagram.