Sop Kaki Sapi Khas Betawi Sajian Lezat Kala Penghujan
LAMPUNG — Musim penghujan kuliner dengan bahan rempah penghangat badan jadi pilihan bagi masyarakat. Salah satu yang kerap diburu penikmat kuliner adalah sop kaki khas Betawi Bang Icang di Teluk Betung.
Sopian, juru masak yang juga keluarga bang Icang selaku pemilik warung makan sop kaki sapi menyebut kuliner buatannya cukup digemari masyarakat.
Berbahan utama bagian kaki sapi diantaranya kikil sumsum membuat sop buatannya lebih akrab disebut sop kikil. Sejak sepuluh tahun silam keluarga Sopian asal Tanah Abang,Jakarta Pusat tersebut membuka usaha kuliner di Jalan Ikan Tongkol, Teluk Betung Bandar Lampung. Berlokasi di jalan strategis membuat warung kuliner miliknya mudah dijumpai.

Sebagai kuliner berbahan kaki sapi bercampur bumbu khas Betawi, olahan kaki sapi miliknya jadi pilihan. Sop kaki sapi diakuinya dibuat dari kaki sapi pilihan yang diambil bagian daging dan kikil. Selain itu pada bagian tulang yang masih mengandung sumsum, pelanggan kerap memesan sebagai campuran. Sebab sumsum kerap dipercaya memiliki khasiat kesehatan bagi yang mengonsumsinya.
“Sop kaki sapi yang kami olah memiliki bumbu rahasia khas Betawi sehingga jadi varian dan pilihan penikmat kuliner sapi yang selama ini banyak ditemui sesuai dengan asal daerah pembuatnya,” ungkap Sopian saat ditemui Cendana News tengah meracik sop kaki sapi pesanan pelanggan, Sabtu (4/1/2020).
Sopian memastikan rasa sop kaki sapi buatannya akan berbeda dengan kuliner sejenis. Sebab setiap pedagang sop kaki sapi memiliki racikan dan kekhasan bumbu yang dijaga untuk menciptakan rasa yang lezat. Meski demikian secara umum ia memastikan bumbu yang digunakan merupakan rempah khas Indonesia. Penggunaan bumbu rempah diakuinya menjadi sumber penghangat bagi tubuh selama musim penghujan.
Dibuka sejak subuh hingga siang serta sore hingga malam,warung sop sapi buatanya jadi pilihan warga. Sejumlah bahan utama pembuatan sop kaki sapi yang disiapkan berupa kikil yang diambil dari bagian kulit sapi, tulang, kulit serta daging pada bagian kaki. Penggunaan kikil pada bagian sapi dan kaldu yang dibuat dari kaki sapi membuat sop buatannya memiliki rasa khas sapi yang dominan.
“Penggunaan kaki sapi pada kuliner yang saya buat menjadikan penamaan lebih dikenal dengan sop kaki sapi,” paparya.
Sejumlah bumbu yang digunakan pada kuliner sop kaki sapi cukup beragam. Bahan untuk bumbu halus meliputi bawang putih, minyak goreng, merica, jahe, cengkih, pala, bawang merah. Selain bumbu halus sejumlah bumbu tabur diantaranya bawang merah goreng, irisan daun bawang segar, tomat dibelah,kentang rebus, seledri, wortel dan emping melinjo yang digoreng.

Sebagai tambahan penyedap untuk sajian sop kaki sapi,kecap,saus dan sambal cabai rawit kerap disertakan. Selain itu sebagai penambah sensasi kecut jeruk nipis yang sudah dibelah selalu disiapkan. Bagi penyuka rasa yang kuat tambahan garam,merica bubuk kerap disiapkan pada meja. Sebab selama musim penghujan sebagian pelanggan akan menaburi sop kaki sapi dengan bubuk merica yang berkhasiat menghangatkan tubuh.
Proses pembuatan sop kaki sapi diakuinya cukup sederhana. Bahan utama kaki sapi, kikil kulit sapi direbus hingga empuk lalu dipotong potong. Hasil rebusan tulang dan kikil sapi yang telah matang bisa digunakan untuk pembuatan kaldu. Ia akan meracik semua bahan saat ada pemesan menyesuaikan jumlah porsi yang diinginkan. Irisan kikil, tulang dan semua bumbu akan diracik secara dadakan.
“Pembuatan sop kaki sapi secara dadakan dilakukan agar penyajian daam kondisi segar dan hangat,” cetus Sopian.
Proses penyajian dimulai dengan memotong kikil, bagian daging dan kikil pada kaki sapi. Setelah semua bahan dimasukkan dalam mangkuk, semua bahan tambahan berupa kentang, taburan daun bawang, bawang goreng siap disajikan bersama emping dan sambal cabai rawit. Kuah kaldu hangat dengan racikan bumbu rempah akan dituang menambah cita rasa sop buatannya.
Berjualan selama hampir satu dasawarsa, Sopian menyebut rata rata menyiapkan 10 hingga 15 kilogram kaki sapi, kikil. Semua bahan tersebut dibuat menjadi ratusan porsi sop kaki sapi yang dijual dengan harga Rp30.000 per porsi. Saat libur Natal dan Tahun Baru, ia menyebut penjualan meningkat sehingga ia menambah bahan. Sebab sebagian warga Palembang,Jakarta berlibur di Lampung.

Meiyun dan Lukman suaminya, warga Teluk Betung mengaku menyukai sop kaki sapi khas Betawi. Pernah tinggal di Jakarta dan menetap di Lampung ia menyebut menyukai kuliner tersebut karena memiliki bumbu rempah. Memiliki bahan utama kikil, bagian daging kaki sapi yang dimasak hingga empuk membuat sensasi rasa kenyal saat disantap.
“Kuliner sop kaki sapi memiliki bumbu yang beragam dominan berupa rempah sehingga cocok saat penghujan,” tuturnya.
Saat pagi mengonsumsi sop kaki sapi khas Betawi akan menjadi penambah energi. Selain itu kondisi cuaca yang dominan dingin memberinya stamina yang cukup. Sebab selama penghujan daya tahan tubuh mulai menurun sehingga bumbu dominan jahe, pala dan merica pada sop kaki sapi bang Icang langganannya sangat tepat. Selain disantap di warung ia kerap membawakan oleh oleh sop kaki sapi untuk keluarganya.