Pemkot Pekanbaru Optimalkan Pengawasan Orang Asing

PEKANBARU  – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru bekerja sama dengan Kantor Imigrasi setempat membentuk tim pengawasan orang asing (PORA) guna mengawasi hilir-mudiknya warga negara asing yang datang ke Ibu Kota Provinsi Riau ini.

“Tim PORA ini ada hingga jenjang kelurahan,” kata Wali Kota Pekanbaru, Dr. H. Firdaus di Pekanbaru, Kamis.

Wali Kota Firdaus mengatakan, tindak lanjut pembahasan pembentukan tim Pora sudah dilakukan saat pertemuannya dengan Kepala Kantor Imigrasi Pekanbaru, Idul Adheman, Selasa (28/1) lalu.

Tim ini bertugas memperketat pengawasan orang asing. “Pengawasan WNA harus dioptimalkan guna mengantisipasi banyaknya turis yang datang ke Pekanbaru,” tuturnya.

Menurut dia, Pekanbaru adalah Ibu kota Provinsi Riau yang memiliki pesisir pantai timur yang rawan sebagai tempat masuk imigran ilegal.

“Posisi di pesisir timur Sumatera, garis pantainya panjang. Ada sejumlah oknum memanfaatkannya sebagai jalur masuk imigran ilegal yang harus diwaspadai,” ucapnya menegaskan.

Ditambahkan dia, Pekanbaru sudah menjelma menjadi kota metropolitan sehingga pertumbuhan penduduk dan pendatang cukup tinggi di kota ini.

Tingginya tingkat kunjungan karena pengembangan sektor wisata. Apalagi ada industri yang mendapat dukungan dari investor luar negeri. “Pekanbaru juga jadi destinasi wisata halal dan kawasan ekonomi khusus,” paparnya.

Ia juga mengimbau selain tim PORA, masyarakat juga peduli memantau dan mereka bisa melaporkan keberadaan orang asing yang masuk secara ilegal.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Pekanbaru, Idul Adheman, sangat mendukung yang dilakukan pemerintah kota setempat.

Idul mengatakan, pihaknya banyak menangani kasus WNA yang salah gunakan izin tinggal. Ada yang ingin wisata ternyata malah bekerja.

“Mereka harusnya kantongi izin tinggal, maka pengawasan harus ditingkatkan,” katanya menambahkan.

Belum lama ini ada kapal tenggelam yang mengangkut tenaga kerja diduga ilegal di Selat Malaka. Banyak pekerja ilegal masuk atau keluar melalui jalur pantai di Provinsi Riau dengan memanfaatkan kelemahan petugas. (Ant)

Lihat juga...