Inovasi Pelaku UMKM di Padang Menggunakan Sistem QRIS

Editor: Makmun Hidayat

PADANG — Pelaku usaha di Kota Padang, Sumatera Barat, kini telah melakukan inovasi dalam bertransaksi dari tunai menjadi nontunai. Transaksi non tunai itu melalui penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS) yang dimiliki oleh pelaku usaha.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Barat, Wahyu Purnama A, mengatakan, QRIS merupakan sebuah terobosan yang dilakukan oleh BI dalam hal mendorong peningkatan transaksi non tunai. Melalui QRIS banyak transaksi yang bisa dilakukan, seperti halnya di Padang pelaku usaha telah memulai menggunakan QRIS.

Ia menyebutkan QRIS yang telah ditetapkan di beberapa pelaku UMKM itu sejauh ini telah ada di sejumlah pelaku usaha di kawasan Pasar Raya Padang. Untuk daerah lainnya, pelaku usahanya belum menerapkan sistem traksaksi nontunai dari QRIS itu. Hal ini dikarenakan, penggunaan QRIS baru mulai diberlakukan 1 Januari 2020.

“Sebenarnya sudah mulai diberlakukan sejak 1 Januari 2020. Memang hal baru bagi masyarakat di Kota Padang, makanya seiring waktu berjalan, Bank Indonesia, bersama pemerintah daerah akan terus berjalan melakukan sosialisasi hingga ke berbagai daerah Sumatera Barat,” katanya, Selasa (14/1/2020).

Menurutnya, penggunaan QRIS dalam transksi oleh pelaku UMKM dapat memberikan kemudahan dan juga meminimalisir kerugian seperti uang hilang dan uang palsu. Karena setiap transaksi di QRIS itu masuk ke rekening bank, bukan ke kantong tas dari yang jualan itu.

Selain itu, jika nanti QRIS hadir dari berbagai sisi, maka akan dapat mengurangi penggunaan uang kertas, dan juga bakal mengurangi biaya mencetak uang kertas oleh BI. Bahkan jika pelaku usaha telah memiliki QRIS, fungsinya tidak hanya soal dalam berjualan saja, tapi juga banyak transaksi lainnya yang bisa dilakukan dengan QRIS tersebut.

“Sekarang kan baru ada di Padang, QRIS kini bisa untuk membayar zakat, sedekat/infaq kepada masjid dan juga lembaga Baznas (Badan Amil Zakat). Belum lagi untuk menggunakan bus trans padang, masuk ke lokasi wisata Pantai Air Manis, dan hal lainnya juga bisa menggunakan QRIS,” ujarnya.

Wahyu menyebutkan saat ini ada beberapa pedagang di Pasar Raya Padang yang telah menggunakan QRIS. Kenapa pedagang bisa menggunakan QRIS, karena QRIS ini terkoneksi banyak aplikasi transaksi non tunai, seperti halnya OVO, GoPay, LinkAja, dan banyak aplikasi lainnya yang tergabung dalam QRIS. Artinya, dengan menggunakan QRIS dapat mempermudah berbagai transaksi non tunai.

“Kita dari BI sangat mendukung bagi pelaku UMKM untuk menggunakan QRIS. Begitu juga pelaku UMKM yang ada di pasar. Misalnya untuk pedagang ikan, uang kertas yang selama ini merekana gunakan bertransaksi tidak bakalan bergelumuran darah ikan lagi, jika menggunakan QRIS,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Padang, Hendri Septa, mengatakan, terkait transaksi non tunai sebenarnya sudah lama berjalan di Padang, tapi bukan dari QRIS. Namun sejak Bank Indonesia secara resmi meluncurkan QRIS di Padang, secara perlahan masyarakat telah ada yang menggunakan QRIS.

Di Padang, pengguna QRIS bisa dikatakan baru sebagian kecil, untuk kedepannya Pemko Padang akan melakukan sosalisasi kepada berbagai lapisan masyarakat, begitu juga untuk para pelajar agar turut menggunakan QRIS. Apalagi yang banyak berbelanja ke pasar adalah para ibu-ibu, dan di sekolah para pelahar juga menjadi konsumen dari produk UMKM yang ada di kawasan sekolah.

“Jadi kita Pemko Padang mendukung adanya QRIS untuk kemudahan masyarakat dalam bertransaksi, dan turut memberikan rasa aman dari hal-hal yang mungkin dapat menimbulkan kerugian dari transaksi tunai yang selama ini dijalani,” sebutnya.

Lihat juga...