DKP Lamsel Sayangkan Kerusakan Ekosistem Mangrove
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
LAMPUNG — Dinas Kelautan dan Perikanan Lampung Selatan menyayangkan pengrusakan mangrove di wilayah pantai Tanjung Tuha Pasir Putih, Dusun Sukarame, Kecamatan Bakauheni akibat kesengajaan dengan dalih apapun.
Kepala Seksi Kelembagaan Nelayan DKP Lamsel, Joner Butar Butar menyayangkan rusaknya sejumlah tanaman setigi, bakau, api api, kemiri laut, perpek dan vegetasi pantai oleh alat berat, padahal tanaman mangrove butuh waktu lama untuk tumbuh.
“Kawasan pesisir pantai dengan vegetasi mangrove yang butuh waktu lama untuk tumbuh dan berkembang justru rusak. Ini sangat disayangkan, terlepas siapa yang merusak. Meski akan dilakukan penanaman ulang, namun butuh waktu sangat lama untuk pulih,” ungkap Joner Butar Butar saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (8/1/2020)
Upaya Dinas Kelautan dan Perikanan melakukan konservasi bahkan telah dilakukan dengan menggandeng Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sejak 2019, kawasan pantai Tanjung Tuha Pasir Putih dijadikan Pusat Restorasi dan Pengembangan Ekosistem Pesisir (PREP).
Joner menyebut selain vegetasi mangrove yang rusak,kegiatan pengerukan di pantai untuk normalisasi sungai juga berpotensi merusak ekosistem. Sebab batuan karang, koral yang ada di wilayah tersebut bisa ikut terangkat alat berat.
“Kondisi tanaman mangrove yang dulu lebat kini sudah rata dengan tanah,” ungkap Joner.
Arnikasri, tokoh masyarakat di Dusun Sukarame juga sangat menyayangkan kerusakan mangrove. Kawasan yang dikenal sebagai objek wisata yang memiliki ciri khas tanaman mangrove tersebut rusak sejak akhir Desember 2019 silam.
“Sebagian warga tidak bisa mencegah karena status kepemilikan tanah ada pada PT Cipta Cakra Murdaya (CCM),” tambahnya.
Segala bentuk rencana pembangunan seharusnya tidak merusak lingkungan. Ia juga berharap akan ada upaya penghijauan kembali pada kawasan pantai Tanjung Tuha Pasir putih tersebut.
“Akan ada perubahan keindahan karena rusaknya tanaman mangrove yang tumbuh di kawasan pesisir,” tegas Arnikasri.
Upaya penanaman kembali usai kerusakan telah dilakukan sejumlah pihak, di antaranya Karang Taruna Dusun Sukarame Desa Bakauheni bersama anggota Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Lamsel.
“Penanaman ratusan pohon bakau akan menjadi awal reboisasi pada bagian pantai yang rusak,” sebut Bardan, ketua Karang Taruna Dusun Sukarame.
Bardan menyebut sejumlah tanaman mangrove yang rusak disebutnya akan diganti dengan tanaman yang baru.
“Warga yang mengelola pantai untuk kegiatan pariwisata akan mempertahankan tanaman yang masih ada agar jangan dirusak,” papar Bardan.