Cek Ricek Informasi Kondisi di Wuhan Melalui PPIT dan KBRI

Ilustrasi -Ant

BEIJING – Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT) Cabang Wuhan mengimbau, masyarakat Indonesia tidak mudah percaya dengan informasi tidak bertanggungjawab. Terutama terhadpa informasi yang belum tentu benar.

Termasuk mengenai informasi tidak akurat tentang keberadaan para pelajar Indonesia yang berada di China. Menyikapi wabah virus corona jenis baru. “Kalau rekan-rekan media ingin mengetahui kondisi terkini, dapat menghubungi narahubung di Wuhan dan mengonfirmasi kebenaran berita, demi menghindari informasi yang kurang akurat terkait kondisi Wuhan saat ini,” kata Ketua PPIT Wuhan, Nur Musyafak, Senin (27/1/2020) malam.

Saat ini PPIT Wuhan menyiapkan sejumlah nomor yang dapat dihibungi untuk mengklarifikasi informasi. Beberapa diantaranya adalah nomor Whatsapp +6282238831045 dan +6282386487066. Ada juga nomor hotline PWNI-BHI Kementerian Luar Negeri Indonesia +6281290070027, KBRI Beijing (+8613811284504, +8613146453974, +8613552235327), dan KJRI Shanghai (+8613564406540).

PPIT Wuhan sudah mendata seluruh mahasiswa dan warga negara Indonesia yang sedang berada di Provinsi Hubei hingga Senin (27/1/2020) pukul 14.00 waktu setempat atau sekira pukul 13.00 WIB. Tercatat ada sebanyak 244 orang WNI di daerah tersebut.

Mereka tersebar di Wuhan, Xianning, Huangshi, Jingzhou, Xianyang, dan Enshi. “Kami melalui ketua ranting sudah menjalin komunikasi dengan seluruh mahasiswa dan WNI, bahwa mereka dalam keadaan sehat dan tidak ada yang terjangkit virus corona serta dalam pantauan kampus dan ketua ranting masing-masing,” ujar Musyafak.

PPIT Wuhan, ketua ranting, KBRI Beijing, dan PWNI-BHI Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya melakukan rapat koordinasi melalui fasilitas telekonferensi untuk membahas perkembangan mengenai kemungkinan penarikan mereka dari lokasi saat ini.

Terkait pemenuhan kebutuhan logistik, KBRI Beijing mengirimkan dana melalui WechatPay ke akun ketua ranting masing-masing. Kota Wuhan yang merupakan episentrum wabah yang disebabkan oleh 2019-nCoV. Kota tersebut ditutup total sejak Kamis (23/1/2020) pukul 10.00 waktu setempat.

Kebijakan tersebut diikuti oleh 13 kota lain di Provinsi Hubei. Hingga Senin (27/1/2020) sore, sudah sebanyak 2.823 orang terjangkit 2019-nCoV, dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 81 orang. Penduduk Wuhan sendiri saat ini berjumlah 11 juta jiwa.

Pemerintah China mengerahkan ratusan personel kesehatan dari berbagai wilayah untuk membantu penanganan wabah tersebut. Serta mempercepat pembangunan rumah sakit lapangan di Wuhan agar bisa digunakan pada 2 Februari 2020.

“Kami berterima kasih sudah ada yang mau menanyakan kabar situasi Wuhan bersama penghuninya, tapi jangan sampai ada berita dan isi yang berbeda dari beberapa media yang hanya ingin meningkatkan jumlah pembaca saja yang bikin kita sedih,” kata Yuliannova Lestari Chaniago, mahasiswi Central China Normal University (CCNU) Wuhan di akun Instagramnya. (Ant)

Lihat juga...