Bunga Rafflesia Terbesar di Dunia Tumbuh Mekar di Agam

Editor: Makmun Hidayat

AGAM — Bunga rafflesia jenis tuan mudae yang berada Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mekar dengan ukuran terbesar di dunia dilihat dari tahun mekar nya. Kemekaran bunga langka ini sebagai hadiah di tahun 2020, karena puncak mekar berada di tahun ini. 

Berdasarkan catatan Marambuang bunga rafflesia memiliki diameter 107 centimeter. Setelah diukur ternyata tumbuhan bunga raflesia tuan mudae di Kawasan Hutan Cagar Alam Maninjau, memiliki ukuran 111 centimeter.

“Saya mendengar informasi adanya bunga langka rafflesia tuan mudae tumbuh mekar di Kawasan Hutan Cagar Alam Maninjau. Jadi saya pun mendatanginya hari ini, dan ternyata sangat luar biasa, karena bunga rafflesia tuan mudae tumbuh mekar dengan sempurna,” ujar  Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit saat mengunjungi tempat tumbuhan langka bunga tersebut, Kamis (2/1/2020).

Lokasi persisnya berada Marambuang Kenagarian Baringin, Kecamatan Palembayan. Dengan menempuh jarak kurang lebih satu kilo, atau dengan waktu mencapai 20 menit. Nasrul Abit menyelusuri jalan setapak mendaki disertai jalan yang licin dan curam, tidak mengurangi semangat Wagub Sumatera Barat untuk melihat bunga raflesia tersebut.

Untuk itu, Wagub Sumbar Nasrul Abit mengimbau warga setempat menjaga bunga itu secara bersama-sama dan tidak merusak bunga langka itu. Karena bunga raflesia termasuk tanaman yang dilindungi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya.

“Kabupaten Agam termasuk daerah habitat dari bunga langka tersebut dan untuk itu saya menghimbau warga bisa menjaga bersama-sama, karena ini bunga langka,” tuturnya.

Selanjutnya Wagub Nasrul Abit menyampaikan, bahwa habitat rafflesia di Kawasan Hutan Cagar Alam Maninjau diharapkan mampu menggerakkan wisata setempat. Apalagi lokasinya dekat dengan pemukiman penduduk, memudahkan pengunjung untuk mengakses lokasi tersebut.

“Bagi masyarakat yang ingin berkunjung harus didampingi petugas dari BKSDA, untuk menjaga kelestarian bunga langka tersebut dan menjaga keselamatan pengunjung, karena jalannya setapak dan mendaki dan curam,” ujar Nasrul Abit.

Sementara itu, Ade Putra, Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, mengatakan, sebelumnya telah bekomunikasi dengan ahli bunga bangkai dari Universitas Bengkulu untuk memastikan jenisnya.

“Bunga rafflesia tuan mudae kali keduanya mekar disini. Dulunya pernah mekar disini sudah diuji kebenarannya oleh BKSDA pusat dan diukur diameternya 107 cm terbesar di dunia dan satu-satunya di Indonesia. Namun untuk kali ini yang kedua di lokasi yang sama diameternya 111 cm mengalahkan rekor lama,” ungkapnya.

Selain itu Ade Putra mengatakan, hutan cagar alam Maninjau sangat kaya dengan satwa dan beragam jenis-jenis tanaman dan tumbuhan. Namun keberadaan bunga rafflesia di lokasi ini tidak disangka sama sekali. Diperkirakan, dalam satu pekan sampai dengan bulan depan, akan ada 5 knop yang akan mekar lagi.

“Di Sumatera Barat populasi bunga rafflesia ada 14 daerah, sementara untuk Kabupaten Agam terdapat 13 titik bunga rafflesia yang sebagian besar terdapat di daerah sekeliling Danau Maninjau,” katanya.

Mengenai pengunjung yang ingin melihat bunga langka ini, pihak BKSDA telah membuat jalan setapak untuk mempermudah akses menuju lokasi bunga raflesia tersebut.

“Sampai saat sekarang sudah 400 orang yang mengunjungi bunga rafflesia jenis tuan mudae ini. Kami siap memandu pengunjung untuk keselamatannya,” jelasnya.

Lihat juga...