6.500 Ton Sampah Sisa Banjir Bekasi Sudah Terangkut ke TPA

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

BEKASI — Banjir parah melanda hampir seluruh wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, pada pergantian tahun meluluhlantakkan sebagian pemukiman warga. Setelah surut, muncul persoalan sampah yang berserakan di berbagai wilayah setempat.

Ribuan ton sampah akibat banjir Bekasi sudah terangkut sampai, Selasa (7/1/2020). Setidaknya data terakhir dari Dinas Lingkungan Hidup sudah ada sebanyak 6.500 ton sampah diangkut menggunakan puluhan truk ke lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu Bekasi dan harus antri panjang.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi berinisiatif meminta izin ke Pemprov DKI Jakarta, agar sampah sisa banjir di Kota Bekasi bisa di buang di TPA Bantargebang karena terbatasnya daya tampung serta untuk mempercepat proses pembersihan lokas sisa banjir.

Sampah sisa banjir didominasi sampah kayu bekas sisa lemari atau lainnya, buku, sofa, meubel dan sampah dapur disertai lumpur menumpuk di pemukiman warga. Saat ini mulai mengeluarkan aroma tak sedap dan perlu penanganan segera.

Semua instansi termasuk TNI saat ini berjibaku untuk mengurangi sampah sisa banjir, seperti kendaraan pengangkut sampah milik Pemkot Bekasi, dan bantuan kendaraan dari pihak wasta untuk mengeluarkan sampah dari pemukiman warga.

“Kita sudah empat hari berjibaku membantu warga mengeluarkan sampah dari pemukiman,” ungkap Sugiyanto, Danramil Jatiasih ditemui Cendana News di komplek Pondok Mitra Lestari, Jatirasa, Rabu (8/1/2020).

Dikatakan dua hari ini pengangkutan sampah sudah ada bantuan armada truk dari pihak swasta. Meskipun harus mengantre lama di TPA Bantargebang, tetapi setidaknya bisa lima truk besar sampah terangkut setiap harinya.

Menurutnya, ada delapan titik di wilayah Jatiasih terjadi penumpukan sampah besar dan perlu penanganan ekstra. Wilayah tersebut meliputi komplek PML, Kemang IFI, Villa Jatirasa, Jatisari, dan PGP sendiri.

“Sampah tidak hanya sampah rumah tangga. Terkadang lumpur bisa sampai selutut dewasa dan itu harus dimasukkan ke dalam karung, baru diletakkan di tempat khusus,” tukas Sugiyanto.

Danramil Jatiasih, Sugiyanto memantau langsung proses pembersihan lingkungan warga dari sisa banjir, Rabu (8/1/2019) Foto: Muhammad Amin

Babinsa berkoordinasi dengan ketua RT/RW di pemukiman tertentu agar semua sampah di kumpulkan pada satu titik. Setelah itu dijemput dengan kendaraan besar untuk di bawa ke TPA.

Pantauan Cendana News, di Kelurahan Harapan Mulya, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi semua aparatur kelurahan turun ke lapangan guna membantu warga membersihkan lingkungannya.

“Sampah sisa banjir umumnya sama di dominasi sampah kasur, kayu dan lainnya. Kita fokus membersihkan di jalan kecil lebih dulu kemudian ke jalan Central seperti Jalan Jayakarta,” ungkap Rena Nurwangiaten, Lurah Harapan Mulya di sela-sela kegiatan K3.

Diakuinya bahwa semua aparatur turun sesuai perintah Wali Kota Bekasi untuk turun ke pemukiman guna membantu percepatan pembersihan wilayah bekas banjir.

Lihat juga...