Pembentukan Desa Kelapa Kopyor di Banyumas Dianggarkan Rp100 Juta

Editor: Mahadeva

PURWOKERTO – Penemuan kelapa kopyor yang bernilai ekonomis tinggi, oleh dosen Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), disikapi Pemkab Banyumas.

Pemerintah daerah menggagas keberadaan desa kelapa kopyor. Untuk pembentukan desa pertama program tersebut, sudah dianggarkan dana Rp100 juta dari APBD Kabupaten Banyumas. Gagasan tersebut disampaikan Bupati Banyumas, Achmad Husein, yang meminta UMP untuk melakukan pendampingan kepada desa kelapa kopyor.

Menurut bupati, untuk tahun pertama akan dibentuk satu desa dan pada tahun kedua, ada empat desa yang disiapkan menjadi desa kelapa kopyor. “Kepala kopyor ini nilai ekonomisnya tinggi, sehingga akan mengangkat nasib petani ataupun warga yang mau menanamnya,” kata Bupati.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, Widarso, ditemui dikantornya, Senin (16/12/2019) menjelaskan tentang anggaran untuk desa kelapa kopyor. (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, Widarso menjelaskan, anggaran Rp100 juta dipergunakan untuk pembelian bibit kelapa kopyor. Harga satu bibit kelapa kopyor dibandrol Rp1 juta. “Untuk lokasi desa kelapa kopyor pertama masih kita identifikasi, Prosesnya dilakukan tim dari Dinas Pertanian dengan pihak UMP. Namun, sudah mengerucut, kemungkinan besar akan dilakukan pada salah satu desa di Kecamatan Pekuncen,” jelas Widarso, Senin (16/12/2019).

Untuk pola penanamannya, tidak akan dibuka lahan khusus. Akan ditanam pada lahan milik petani setempat. Sehingga, tanaman kelapa kopyor nantinya bisa menyebar di desa tersebut. “Saat ini kita sedang identifikasi warga atau petani yang memiliki lahan dan mau menanam kelapa kopyor. Kemudian kita beri bantuan bibit kelapa kopyor yang dibeli dari UMP. Untuk penanaman serta pemeliharaannya, akan didampingi oleh pihak UMP dan dinas, untuk memastikan kelapa kopyor tumbuh dengan baik,” terangnya.

Rektor UMP, Drs Anjar Nugroho, menyambut baik pembentukan desa kelapa kopyor di Kabupaten Banyumas. Terkait ketersediaan bibit, saat ini UMP juga tengah mengupayakan kebun induk kelapa kopyor. Harapannya, ketersediaan bibit akan melimpah. “Kita memiliki lahan seluas dua hektare di Desa Karangsari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, lahan tersebut disiapkan untuk menjadi kebun induk kelapa kopyor. Sekarang sedang dibuat pembibitan dan nantinya lahan tersebut bisa menampung 300 hingga 400 pohon kelapa kopyor,” jelas Rektor.

Untuk pembibitan kelapa kopyor, dibutuhkan waktu kurang lebih hingga dua tahun. Dari sisi nilai ekonomis, kebutuhan kelapa kopyor di Indonesia sangat besar, sebab tidak hanya untuk makanan saja, tetapi juga dipergunakan sebagai bahan baku kosmetik.

Lihat juga...