Warga Kota Baru Keluhkan Pelayanan PDAM Tirta Bhagasasi
Editor: Koko Triarko
BEKASI – Warga dari 13 Rukun Warga di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, kembali mengeluhkan pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi milik pemerintah kabupaten setempat.
Warga mengaku sudah empat tahun mengalami kekurangan air bersih, akibat tidak maksimalnya pelayanan PDAM Tirta Bhagasasi. Mereka meminta pelayanan air bersih di wilayah Kota Baru bisa dialihkan ke PDAM Tirta Patriot, milik Kota Bekasi.
Untuk itu, warga pun mengaku sudah melakukan berbagai upaya, mulai dari bertemu dengan Direktur PDAM Tirta Bhagasasi hingga ke PDAM Tirta Patriot, bahkan Kelurahan dan Wali Kota Bekasi untuk menyampaikan keinginan tersebut, tetapi realisasinya nol. Warga tetap merasakan kesusahan air bersih hingga kini.

“PDAM Tirta Patriot, sebenarnya sudah menyambut permintaan warga untuk pelayanan air minum bisa difasilitasi perusahaan milik Kota Bekasi itu. Tapi sepertinya PDAM Tirta Patriot tidak bisa negosiasi dengan PDAM Tirta Bhagasasi, terkait pemindahan aset,” ujar Agus Sucipto, Ketua BKM Kelurahan Kotabaru, Kota Bekasi, Rabu (6/11/2019).
Dikatakan, bahwa selama ini BKM Kota Baru, Bekasi Barat, terus menerima pengaduan soal PDAM yang dikeluhkan warga. Ada pun keluhan terkait pelayanan PDAM meliputi pertama, jika siang air tidak mengalir, selanjutnya kalau mengalir, airnya keruh.
“Itulah keluhan warga. Pengaduan tersebut sudah berkali-kali disampaikan oleh para RW dan masyarakat. Akhirnya sepakat oleh BKM dirapatkan, dan mencoba menempuh jalur prosedural dengan cara bersurat,” tegasnya.
Untuk diketahui, bahwa warga di Kelurahan Kota Baru, sejak Kota Bekasi berpisah dengan Kabupaten sampai saat ini soal PDAM belum terselesaikan. Mereka masih menggunakan layanan PDAM Tirta Bhagasasi milik Kabupaten.
Pemisahan aset PDAM antara Kota dan Kabupaten hingga sekarang belum selesai, meskipun sudah beberapa kali bertemu antara kepala daerah atau antara anggota dewan di dua wilayah tersebut.
Menurut Agus, PDAM Tirta Patriot kerap menjanjikan akan membuka jaringan baru untuk melayani air bersih bagi Kota Baru Satu. Tapi, sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya, hanya sebatas janji.
“Warga terus mempertanyakan setiap rapat RW atau lainnya. Kapan dibuka pasang baru atau dikelola PDAM Tirta Patriot, karena masyarakat sudah lama menunggu,” tandasnya.
Bahkan, lanjut dia, jika ada tarif pasang baru menambah Rp600 ribu, warga pun mengaku sanggup. Karena kebutuhan air sudah sangat parah.
“Selama ini, antara PDAM Tirta Patriot dan Bhagasasi saling lempar dan berjanji segera memenuhi tuntutan warga. Tapi realisasinya nol, tidak jelas sampai sekarang, akhirnya warga menderita karena kekurangan air bersih,” tegasnya, diamini ketua Forum RW setempat.
Diketahui, jumlah pelanggan PDAM Tirta Bhagasasi milik Pemkab Kabupaten Bekasi di wilayah Kota Bekasi di Kelurahan Kota Baru mencapai 4000-an lebih. Mereka semuanya mengaku ingin pindah.
Hal tersebut sudah disampaikan sejak empat tahun lalu, tetapi sampai sekarang belum ada realisasinya.
Selain mengalirnya kecil, warga juga mengeluhkan airnya kotor. Hingga membuat warga harus rutin mencuci bak mandi setiap dua hari sekali. Jika tidak, maka bak mandi akan menghitam dan berlendir.
Warga juga harus menggunakan mesin penyedot untuk mendapatkan air maksimal.
“Pelayanan PDAM Tirta Bhagasasi sangat buruk. Sementara kalau pelanggan telat membayar tiga bulan saja, langsung diputus. Karena buruknya pelayanan, biaya listrik membengkak jika ingin air maksimal,” ujarnya.
Diakuinya, selama ini warga tidak bisa berbuat apa-apa dengan buruknya air PDAM Tirta Bhagasasi. Untuk masak warga harus beli, ada juga warga menggunakan jetpam sumur bor. Tapi, airnya juga jelek.