Peduli Sesama, Fakultas Kedokteran UB Gelar Pengobatan Gratis

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Kesehatan menjadi faktor penting yang dapat mempengaruhi kualitas hidup masyarakat. Sebagian besar penduduk Indonesia saat ini dihadapkan dengan banyaknya jenis penyakit menular dan tidak menular yang prevalensinya semakin meningkat tiap tahun.

Oleh karenanya, sebagai upaya turut serta dalam meningkatkan kualitas hidup sekaligus menyelesaikan berbagai permasalahan kesehatan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB) melakukan Pengabdian Masyarakat (Pengmas) dengan mengadakan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi masyarakat.

Wakil Dekan III FK UB sekaligus ketua pelaksana, dr. Eriko Prawestiningtyas, Sp.F, menyampaikan bahwasanya saat ini peran dari perguruan tinggi khususnya FK UB sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan terkait kesehatan.

Wakil Dekan III FK UB sekaligus ketua pelaksana, dr. Eriko Prawestiningtyas, Sp.F, menjelaskan terkait kegiatan pengabdian masyarakat pemeriksaan gratis di FK UB, Sabtu (30/11/2019). Foto: Agus Nurchaliq

Pasalnya, masih banyak masyarakat yang  awam atau bahkan tidak terlalu peduli dengan kesehatan dirinya sendiri.

“Kegiatan Pengmas ini merupakan momen untuk membuktikan bahwa FK UB juga memiliki jiwa pengabdian yang merupakan salah satu perwujudan dari Tri Dharma perguruan tinggi,” jelasnya saat ditemui di FK UB, Sabtu (30/11/2019).

Acara ini lanjutnya, juga merupakan salah satu rangkaian Dies Fakultas UB ke 46. Terdapat empat event yang dilakukan yakni donor darah, pap smer, senam ibu hamil, pengobatan dan pemeriksaan gratis.

Menurutnya, selain semua sivitas akademika UB, kegiatan ini juga menyasar masyarakat di sekitar UB.
“Kami mengundang masyarakat yang ada di kelurahan terdekat dengan UB untuk bisa memeriksakan kesehatannya, termasuk posyandu lansia,” tuturnya.

Lebih lanjut disampaikan Eriko, terdapat 50 orang tenaga medis dari FK UB yang diikutsertakan dalam Pengmas. Mulai dari dosen, dokter hingga seluruh mahasiswa dari semua jurusan. FK UB sendiri memiliki lima jurusan yakni pendidikan dokter, keperawatan, kebidanan, gizi dan farmasi dimana semua memiliki kontribusi yang sama untuk melakukan kegiatan Pengmas.

“Seperti kegiatan senam ibu hamil ini kita optimalkan peran dari teman-teman kebidanan. Sedangkan untuk obat akan dicover oleh teman-teman di bidang farmasi yang memang pakar di bidang pengobatan termasuk tentang edukasi bagaimana minum obat yang benar,” terangnya.

Mudah-mudahan, sambungnya, dengan acara ini maka tingkat kesehatan masyarakat juga ikut dioptimalkan, baik melalui pengobatan maupun secara informasi yang diberikan melalui konsultasi.

Sementara itu salah satu tenaga medis yang turut dalam kegiatan tersebut, dr. Yordan Wicaksono Ashari, mengatakan, selain penyakit jantung, saat ini jenis penyakit yang mulai banyak menyerang masyarakat adalah Peripheral Artery Disease (PAD) atau penyakit pembuluh darah yang menyerang pembuluh darah perifer. Biasanya berada di kaki atau di tangan.

Menurutnya, bahaya penyakit ini hampir sama seperti serangan jantung, hanya saja kalau serangan jantung penyumbatannya di jantung tapi kalau PAD sumbatannya ada di daerah kaki atau tangan.

“Sekarang ini banyak kita temukan di rumah sakit pasien-pasien yang datang tapi sudah terlambat, yang harusnya sudah bisa ditangani lebih awal, tapi pasien datang justru dengan kondisi yang lebih berat. Bahaya jika terjadi sumbatan ini bisa berujung sampai ke amputasi, kalau tidak diobati dengan baik,” ungkapnya.

PAD cenderung menyerang orang yang malas gerak, gemuk dan perokok. Gejalanya nyeri pada saat berjalan dan muncul varises.

“Jadi kalau memang ada keluhan seperti itu lebih baik segera kontrol dan berobat untuk penanganan lebih lanjut,” pungkasnya.

Lihat juga...