Kader PKK Miliki Peran dalam Upaya Pengurangan Sampah Plastik

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Kader Pemberdayaan Kesehatan Keluarga (PKK) memiliki peranan penting dalam upaya mengurangi sampah plastik.

Winarni Nanang Ermanto, ketua tim penggerak PKK Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) menyebut, pengurangan sampah plastik menjadi bagian dari tugas kader PKK. Langkah kecil pengurangan sampah plastik menurutnya dilakukan sejak dalam keluarga, lingkungan rumah dan masyarakat.

Kampanye pengurangan sampah plastik menurut Winarni Nanang Ermanto menjadi bagian upaya pembentukan kesejahteraan keluarga.

Winarni Nanang Ermanto (berdiri), ketua tim penggerak PKK Kabupaten Lampung Selatan memperlihatkan tumbler anti panas bagian dari kampanye pengurangan sampah plastik oleh kader PKK di kecamatan Penengahan, Rabu (6/11/2019) – Foto: Henk Widi

Sebab dalam keluarga para ibu rumah tangga bisa mengajak anak-anak, suami membawa bekal air minum dalam wadah botol atau tumbler. Langkah kecil itu meminimalisir penggunaan sampah botol, gelas plastik yang kerap dijual untuk kemasan minuman ringan.

Sebagai bagian pengurangan sampah, kader PKK disebutnya mulai dituntut kreatif. Salah satu langkah dilakukan pada sejumlah acara penggunaan sampah plastik bisa diminimalisir.

Wanita yang juga istri Plt Bupati Lamsel, Nanang Ermanto itu mengajak para kepala desa menyediakan galon air minum isi ulang. Setiap aparat desa, tamu dalam sejumlah kegiatan di desa diimbau membawa tumbler untuk mencegah adanya botol plastik minuman.

“Saya mengajak seluruh kader PKK Lampung Selatan di tingkat kecamatan hingga desa bisa menjadi motor penggerak dalam mengkampanyekan pengurangan sampah plastik sehingga lingkungan tetap bersih, menghemat pengeluaran keluarga,” ungkap Winarni Nanang Ermanto di balai Desa Pasuruan ,Kecamatan Penengahan, Rabu (6/11/2019).

Kepada ratusan kader PKK dari sebanyak 22 desa di Kecamatan Penengahan, Winarni Nanang Ermanto mengajak warga mengurangi sampah plastik secara bertahap. Pada tahap awal pada sejumlah acara rapat PKK, pengajian dan kegiatan lain harus selalu disediakan fasilitas isi ulang air.

Meski masih sulit dilakukan adanya komitmen dari sejumlah pihak menurutnya bisa menjadi bagian kecil program meminimalisir sampah plastik.

Pada sejumlah kegiatan, Winarni Nanang Ermanto juga menyebut kemasan makanan ringan, kue bisa diganti. Penggunaan kue dan makanan tradisional dengan bahan yang mudah terurai seperti daun pisang bisa dimulai dari kader PKK.

Langkah pengurangan sampah plastik diakuinya bisa menjadi cara untuk mendapatkan sumber pendapatan. Sebab melalui kelompok dasa wisma para kader bisa mengumpulkan sampah bernilai jual.

“Selain sampah kreativitas dalam mendapatkan sumber penghasilan dengan usaha perbaikan gizi keluarga memanfaatkan pekarangan, jadi bisa melibatkan laki-laki,” tuturnya.

Peran para kader PKK diakuinya sangat penting sesuai dengan kelompok kerja (Pokja) yang diemban. Selain itu kader PKK yang selalu diidentikkan dengan kaum wanita harus mulai bisa melibatkan kaum laki-laki.

Sebab dengan asumsi setiap kelompok PKK beranggotakan sekitar 20 orang di setiap desa, sebagian harus diisi oleh laki-laki. Langkah tersebut sesuai dengan misi PKK untuk memberdayakan keluarga.

Mindset salah terkait organisasi PKK yang didominasi kaum wanita harus bisa diubah. Sebab laki-laki sebagai bagian anggota keluarga memiliki peranan yang penting. Kerjasama antara laki-laki dan wanita dalam keluarga menjadi langkah mencapai kesejahteraan keluarga, desa hingga kecamatan.

Sebagai bentuk melibatkan peranan laki-laki dalam kelembagaan PKK, Bimbingan Teknis (Bimtek) administrasi PKK desa gencar dilakukan PKK kabupaten di sebanyak 17 desa di Lamsel.

Ernawati, ketua tim penggerak PKK Desa Pasuruan menyebut kader PKK di desa tersebut terus berbenah. Melalui penguatan organisasi, para kader yang solid kesejahteraan keluarga bisa dicapai.

Melalui sejumlah pokja dalam PKK para kader bisa ikut melakukan upaya menciptakan kesejahteraan. Berkaitan dengan pengurangan sampah plastik, kader PKK Desa Pasuruan mulai melakukan kolektivitas sampah plastik di setiap dusun.

“Setiap kader PKK di masing-masing dusun mulai membuat formula tepat dalam pemanfaatan plastik bisa bernilai ekonomis sekaligus mengurangi sampah,” ungkap Ernawati.

Senada dengan Ernawati, pihak Desa Pasuruan menurut Sumali selaku kepala desa Pasuruan telah membentuk tim untuk pengelolaan sampah. Sebagai salah satu desa yang dilintasi jalan tol, jalan lintas Sumatera dan memiliki pasar, potensi sampah sangat besar.

Pembuatan lokasi tempat pembuangan akhir dusun dan desa disebutnya dalam tahap penjajakan memakai tanah desa sekaligus pembuatan bank sampah.

Sumali menyebut sinergi dalam upaya pengurangan sampah plastik ikut terbantu peran kader PKK. Para kader PKK disebutnya akan menjadi penggerak dalam upaya pengurangan sampah di lingkungan keluarga.

Pengenalan sejumlah sampah yang bisa dimanfaatkan sebagai pupuk atau didaur ulang membuat penghematan keluarga bisa dilakukan.

Pengurangan sampah plastik dimulai dari kader diakui Samsiah, anggota Pokja 2 yang membidangi pendidikan. Pengurus PKK Kabupaten Lamsel itu mengaku upaya dilakukan dengan menggandeng lembaga pendidikan PAUD hingga SMA.

Samsiah (kanan) dan Endang (kiri) anggota Pokja 2 PKK Kabupaten Lampung Selatan memanfaatkan tumbler air minum sebagai bagian kampanye pengurangan sampah plastik oleh kader PKK Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (6/11/2019) – Foto: Henk Widi

Penggunaan tumbler dan membawakan bekal bagi anak saat sekolah menjadi cara agar sampah plastik bisa dikurangi. Sebab lingkungan yang bersih saat kemarau bisa mencegah banjir saat musim penghujan tiba.

Lihat juga...