DKI Pastikan Stok Bahan Pangan Aman Jelang Nataru

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah, mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan stok pangan jelang Natal dan Tahun Baru 2020 (Nataru). 

Pihaknya bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), BUMD, dan Kementerian Perdagangan, melakukan rapat koordinasi jelang Natal dan perayaan tahun baru. Rapat tersebut membahas stabilitas beras, karena menjadi kebutuhan pokok yang perlu diutamakan.

“Hari ini kita rapat stok pangan menjelang natal dan tahun baru, agar stok kita aman, harga terkendali,” ucap Sekda di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (27/11/2019) siang.

Meski aman, lanjut Sekda, masih ada catatan khusus, karena perubahan iklim saat ini tidak menentu, di antaranya, bawang merah dan beras.

“Catatannya hanya bawang merah yang perlu perhatian khusus. Mengingat ini kemarau cukup panjang, jadi di sentra-sentra pertanian kita agak terganggu,” ungkapnya.

Menurutnya, Pasar Jaya dan Pool Stasion masih aktif ke daerah-daerah tempat produksi pertanian supaya pemasukan terus berjalan.

“Jadi, Pasar Jaya dan Pool Staison aktif ke daerah-daerah tempat produksi tempat pertanian. Kita beli terus kita belanja, terus akhirnya stok kita nyatakan tadi sebagai aman dan harganya pun terkendali, karena stoknya cukup, harga terkendali,” jelasnya.

Pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan daerah Jawa Barat, Jawa Timur, luar jawa. Dengan adanya kerja sama itu, Sekda memastikan pasokannya cukup.

“Untung bawang merah ini, Pasar Jaya tadi bukan hanya dengan daerah sekitar Jakarta, Banten, Jawa Barat atau Jawa Timur saja. Tadi ada daerah Kediri ke daerah luar Jawa pun. Jadi, intinya pasokannya cukup,” tegasnya.

Dia memaparkan, kebutuhan persiapan natal dan tahun baru 2020 berbeda-beda. “Masing-masing komoditi berbeda-beda. Kalau cabai itu sehari di Jakarta 120 ton di Pasar Induk, kebayang gak tuh 120 ton berapa truk itu, ya? Jadi luar biasa sekali ini,” imbuhnya.

Pemprov DKI juga bekerja sama dengan Australia dan Brazil dalam hal ketersediaan daging. Pasalnya, harga daging dari Autralia itu relatif murah. Selain dari luar negeri, Pemprov juga kerja sama dengan Bali, NTT, NTB.

Ia kembali mengingatkan, bahwa beras termasuk yang mendapat garis bawah, karena pengaruh iklim. “Tapi, angkanya sampai hari ini masih okey, cuma dikasih warning saja,” tutupnya.

Lihat juga...