Realisasikan SRA Sinergi Sekolah Adiwiyata
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
BALIKPAPAN — Salah satu upaya dalam mempercepat terwujudnya sekolah ramah anak (SRA) di Balikpapan, pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengambil langkah dengan menyatukan program sekolah Adiwiyata.

“Menyatukan program yang dimaksud misalnya sekolah berstatus adiwiyata baik nasional maupun mandiri akan kami kolaborasikan,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan, Muhaimin saat ditemui Kamis (3/10/2019).
Ditetapkannya piloting sekolah ramah anak untuk pemenuhan hak-hak anak dalam merupakan upaya mewujudkan Kota Layak Anak. Dimana SRA merupakan bagian integrasi komitmen dan pengembangan sumber daya pemerintah secara terencana untuk menjamin terpenuhinya hak anak.
Dalam merealisasikannya, menurut Muhaimin diperlukan partisipasi semua pihak. Pertama dalam hal sarana dan prasarana sekolah yang menjadi tanggung jawab pemerintah.
“Kedua partisipasi orangtua. Artinya, bagaimana merubah pikiran orangtua juga menjadi sekolah tempat nyaman kedua, tempat berinteraksi nyaman,” terangnya.
Saat ini jumlah sekolah yang sudah memperoleh adiwiyata sebanyak 97 sekolah yang terdiri SD dan SMP.
Dijelaskan, untuk mendapatkan SRA, ada beberapa hal yang harus diperbaiki, baik dari fasilitas toilet dan keberadaan taman. Karena dalam pembelajarannya dalam satu minggu sekali akan ada belajar di luar kelas.
“Yang diperbaiki pasti toilet, kemudian keberadaan taman. Kemudian sarana belajar yang higienis. Dalam satu minggu sekali perlu belajar di luar sekolah,” ulasnya.
Dengan program tersebut, ia berharap jumlah sekolah dasar SRA bertambah. Mengingat jumlahnya baru tiga sekolah yaitu SD Bhayangkari, SD 003 dan KPS.