Perbanyak Ekskul, Cara SMAN 6 Bekasi Cegah Siswa Tawuran

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 6, Kota Bekasi, memperbanyak ekstrakurikuler kepada siswanya, dalam rangka mencegah hal negatif, seperti tawuran dan lainnya.

“SMAN 6 Bekasi selalu memberi pembinaan kepada pelajar setiap upacara hari Senin, dengan mengingatkan untuk menjaga nama baik sekolah untuk kepentingan siswa sendiri, dalam melanjutkan di perguruan tinggi,” ujar Paryono, Humas dan Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 6 Bekasi, kepada Cendana News, Kamis (3/10/2019).

Dia memastikan, tidak ada pelajar SMAN 6 Bekasi mengikuti aksi demo yang tengah marak terjadi di wilayah Jakarta dan lainnya. Meskipun ada pelajar sekolah tersebut yang ikut demo, Paryono menegaskan bahwa itu di luar tanggungjawab sekolah.

Menurutnya, sebagai seorang pengajar, dia menilai aksi pelajar yang ikut demo di berbagai wilayah hanya ikut-ikutan tanpa memahami apa sebenarnya yang terjadi. Dia pun mengaku prihatin, sehingga terus menekankan kepada pelajar di SMAN 6 untuk tidak terjebak dalam aksi tersebut.

“Kami terus menekankan kepada siswa agar mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas selama jam sekolah. Tidak ada izin keluar kelas selama proses belajar. Ini salah satu bentuk pencegahan,” tandasnya.

Diakuinya, bahwa grade SMAN 6 Bekasi selama ini cukup bagus, sehingga siswa terus ditekankan untuk menjaga nama baik tersebut agar tidak menurunkan grade. Karena jika sampai turun, siswa diingatkan maka siswa lulusan SMAN 6 Bekasi akan turun diterima di tingkat perguruan tinggi.

SMA Negeri 6 Kota Bekasi memiliki kegiatan unggulan ekstrakurikuler (Eskul), seperti juara umum Paskibraka, PMR dan lainnya.

Dalam kesempatan itu, dia menanggapi wacana Pemerintah Provinsi Jawa Barat, soal Program SPP gratis seluruh Jawa Barat. Jika benar demikian, tentu sekolah menyambut baik. Tetapi, SPP setiap sekolah selama ini memiliki standar sendiri, tidak sama untuk tingkat SMA. Dia mencontohkan, SPP SMAN 6 Bekasi sebesar Rp250 ribu/bulan.

“Sekolah lain belum tentu sama, karena setiap kebutuhan pendidikan yang belum mencukupi pasti akan dirundingkan dengan wali murid. Seperti SPP Rp250 ribu/bulan di SMA Negeri 6 hasil rapat dengan orang tua siswa. Prinsipnya, pendidikan dibiayai oleh pemerintah dibantu orang tua, ada aturannya soal pembiayaan itu,” ungkapnya.

Soal sekolah gratis SPP, dia menyerahkan bagaimana kebijakan Pemerintah Provinsi Jabar. Pastinya, guru ada biaya atau pun tidak akan tetap mengajar.

Lihat juga...