Pemkab Purbalingga Identifikasi Masalah Sampah

Editor: Koko Triarko

PURBALINGGA –  Kabupaten Purbalingga menargetkan pada 2023 sudah bebas dari permasalahan sampah. Karenanya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mulai gencar mengidentifikasi masalah sampah, mulai dari potensi timbunan, hingga persoalan pengolahan sampah.

Kepala DLH Kabupaten Purbalingga, Priyo Satmoko, mengatakan, saat ini pihaknya dalam upaya menyusun dokumen kebijakan dan strategi daerah, dalam hal pengolahan sampah. Sehingga membutuhkan banyak masukan serta ide dan gagasan dari berbagai kalangan, untuk menuntaskan masalah sampah.

“Karena itu kita menggelar Forum Group Discussion (FGD), dengan tujuan untuk melakukan identifikasi potensi timbunan sampah, pengumpulan data pengolahan sampah, penyusunan neraca pengolahan sampah, target pengurangan dalam penanganan sampah di Purbalingga dan lain-lain,” terang Priyo, Senin (28/10/2019).

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, yang juga hadir dalam diskusi menegaskan, Purbalingga menargetkan 2023 bebas dari masalah sampah, dan hal tersebut tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sehingga, upaya pengurangan sampah harus mulai dilakukan.

Kepala DLH Kabupaten Purbalingga, Priyo Satmoko, meminta masukan dan dukungan dalam hal penanganan sampah dan FGD, Senin (28/10/2019). -Foto: Hermiana E. Effendi

“Kita upayakan pengurangan sampah minimal bisa sampai 30 persen, dan sisanya 70 persen harus bisa terkelola dengan baik,” tegasnya.

Lebih lanjut Bupati Tiwi memaparkan, masyarakat Purbalingga setiap hari memproduksi sampah sebanyak 136 ton. Karena pengelolaan belum maksimal, sehingga masih banyak yang harus diangkut dan dibuang  ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Tiwi mengatakan, penanganan sampah tidak hanya dari hilir saja, tetapi juga masuk pada perilaku masyarakat terhadap sampah yang harus mulai diubah.

Bupati menginformasikan, saat ini di Purbalingga sudah ada 6 Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R). Namun jumlah tersebut masih kurang, terlebih TPS 3R yang ada, pengelolaannya juga belum maksimal.

“Sehingga yang tidak kalah penting adalah mengubah perilaku masyarakat terhadap sampah, jangan anggap sepele dan jangan buang sampah sembarangan, serta meminimalkan sampah,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Purbalingga, Tenny Jualiawati, menyatakan, sangat mendukung segala upaya untuk mengolah dan meminimalkan sampah. Dan, ia siap untuk mengawal dari sisi kebutuhan anggaran.

“Sampah merupakan persoalan bersama dan harus segera diatasi serta diantisipasi bersama-sama pula, kami dari DPRD siap untuk mem-backup dari sisi anggaran,” pungkasnya.

Lihat juga...