Hadapi Era Digital, Peran Guru-Orang Tua Dibutuhkan

Editor: Koko Triarko

PADANG – Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno, mengatakan, era Revolusi Industri 4.0 memberikan peluang dan tantangan yang berbeda di masa depan. Begitu juga dalam penggunaan teknologi informasi, dengan ditandai generasi muda yang aktif mengakses internet, termasuk dunia pendidikan.

Menurutnya, dengan adanya perkembangan internet, maka dapat membantu dunia pendidikan. Sebab, internet yang diperkasai oleh google mampu menjadi mesin pencari berbagai sumber informasi, yang dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan.

“Dunia 4.0 tentu ada sisi negatifnya. Maka, peran guru atau orang tua sangat dibutuhkan. Sehingga sisi positif adanya akses teknologi informasi itu, membantu menambah wawasan generasi muda,” katanya, dalam seminar parenting “Memperkuat Karakter Anak Didik Menuju Generasi Milenial 4.0” di Auditorium Gubernuran, Senin (28/10/2019).

Menurutnya, tidak dapat dijelaskan, bahwa teknologi informasi yang ada saat ini harus diabaikan. Karena adanya perkembangan zaman bersama teknologi informasi, membawa seseorang harus belajar untuk memanfaatkan teknologi.

“Sekarang ada aplikasi untuk belajar di rumah. Hal itu salah satu tanda, bahwa medianya ada, namun perlu wawasan untuk memanfaatkannya. Pelajar sebaiknya bisa memanfaatkan aplikasi tersebut,” jelasnya.

Meskipun sudah ada aplikasi tersebut, belajar di sekolah tetap menjadi tujuan utama. Keberadaan aplikasi tersebut sebagai penambahan wawasan dalam proses belajar.

Untuk itu, setiap orang tua pasti menginginkan anak-anaknya memiliki kelebihan dan kualitas yang terbaik, yang bisa dibanggakan dan bermanfaat untuk orang banyak, yaitu anak-anak yang pintar, cerdas, berperilaku baik, sopan dan santun.

“Inilah betapa pentingnya pendidikan karakter bagi anak didik, ketika memasuki era revolusi industri 4.0, yang harus dipahami teknologi bukan merobotkan manusia, tetapi justru yang diharapkan teknologi untuk mensejahterahkan manusia,” ucapnya.

Posisi teknologi hanya instrumen bagi manusia. Dengan demikian, kurikulum berbasis revolusi industri 4.0 bertujuan untuk menyiapkan generasi yang akan menyejahterakan kehidupan berbasis teknologi.

Sebagian besar karakter anak bisa terbentuk oleh orang tua, karena orang tua adalah orang yang pertama kali mempengaruhi keadaan anak, sehingga membuat kepribadian sang anak mengikuti pola dan tingkah laku orang tua.

“Jangan menilai anak seperti buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, tentu orang tua menginginkan anak-anaknya yang cerdas dan pintar dengan memiliki kepribadian yang baik,” kata Irwan Prayitno.

Menurutnya, untuk mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), perlu menguasai teknologi digital. Salah satu cara yang dipilih adalah program vokasi SMK dan industri, serta memacu politeknik melalui program skill for competitiveness.

Agar menjadi sangat ideal, jika program peningkatan kompetensi SDM itu bisa masuk dalam kurikulum pendidikan sejak pendidikan dasar, untuk menyiapkan generasi milenial yang kompetitif dan produktif.

Irwan menyatakan, mau tidak mau seluruh lapisan masyarakat harus siap menghadapi revolusi Industri 4.0. Saat ini, sekolah sudah seharusnya menyiapkan kedatangan era digital.

“Untuk itu kita jangan sampai tertinggal oleh zaman, generasi milenial dituntut untuk meningkatkan kapasitas. Perlu diwujudkan melalui pelatihan, kursus dan sertifikasi untuk menghadapi era Industri 4.0 ini,” ungkapnya.

Lihat juga...