Nasi Urap, Menu Sarapan Sehat Khas Jawa Timur

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Nasi Urap khas Jawa Timur, menjadi salah satu menu sarapan pagi favorit di sebuah warung makan di kawasan Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) KM 3 Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel). Kuliner berhahan sayuran dengan  bumbu parutan kelapa tersebut, banyak disukai karena kandunngan gizinya, dan rasanya yang khas.

Mifta, salah satu pedagang di kawasan tersebut, mengaku menyediakan menu nasi urap karena makanan tersebut merupakan warisan tradisi kuliner keluarganya yang berasal dari Jawa Timur.

Menurutnya, menu nasi urap disukai masyarakat yang bekerja di pelabuhan Bakauheni dan sejumlah pekerja informal di kawasan tersebut. Sebagai menu yang merakyat, sayuran menjadi bahan utama pembuatan urap.

Mifta, pedagang di kawasan Jalinsum, Bakauheni, Lampung Selatan, yang ditemuii pada Sabtu (26/10/2019). -Foto: Henk Widi

Urap yang identik dengan sayuran, menurut Mifta dibuat dari bayam, kacang panjang, genjer, bayam, daun singkong dan kemangi. Selain itu sejumlah sayuran lain kerap disertakan sesuai dengan pasokan sayuran segar yang tersedia dari pasar.

Berbagai jenis sayuran cocok digunakan sebagai bahan urap, karena proses pembuatan dengan cara direbus.

“Agar mendapatkan bahan baku sayuran segar, saya kerap membeli langsung dari petani yang menanam atau dari pasar sejak subuh, sehingga kesegaran alami masih terjaga,” ungkap Mifta, saat ditemui Cendana News, Sabtu (26/10/2019)

Resep bahan dan bumbu pembuatan urap merupakan warisan dari sang ibu, Lena, asal Kediri, Jawa Timur. Setelah semua bahan sayur mentah disiapkan proses perebusan dilakukan secara bertahap untuk sejumlah sayuran.

Perebusan bertahap dilakukan agar sayur tidak terlalu matang. Proses pembuatan bumbu urap kerap dilakukan oleh sang ibu dengan parutan kelapa.

Bumbu parut kelapa sebagai taburan urap, menurut Mifta, menjadi kunci cita rasa yang lezat. Bahan bumbu yang diperlukan meliputi gula merah, bawang putih, ketumbar, cabai merah, garam dan kencur.

Sejumlah bahan bumbu yang merupakan rempah-rempah tersebut menjadikan urap memiliki rasa yang beragam dan menyegarkan. Semua bumbu tersebut dicampurkan pada parutan kelapa setengah tua dan dikukus.

“Bumbu rempah pada urap akan menjadi energi yang bagus dan penambah daya tahan tubuh saat kondisi kemarau seperti ini,” ungkap Miftah.

Selain berbagai jenis sayuran yang direbus, campuran bumbu dan parutan kelapa tambahan berbagai lauk juga disiapkan. Pilihan lauk untuk menu urap yang kerap disiapkan oleh Mifta, di antaranya peyek udang, telur dadar, orek tempe lengkap dengan kacang dan teri.

Penambahan teri tawar dominan dilakukan, karena bahan baku yang mudah diperoleh dari produsen di wilayah Bakauheni.

Proses peracikan urap akan dilakukan saat konsumen datang. Sebab, konsumen kerap menikmati urap di warung miliknya atau dibungkus untuk dibawa pulang atau ke lokasi kerja. Selain pilihan lauk telur dadar, orek tempe, tambahan sambal, kerupuk dan telur asin juga disertakan.

Mifta menyebut, nasi urap kerap disajikan saat pagi hari karena memiliki sejumlah manfaat kesehatan. Selain karbohidrat, urap memiliki sumber protein yang tinggi dari sejumlah bahan yang disertakan.

Selain itu, sejumlah sayuran dengan kandungan zat besi memiliki fungsi menguatkan tulang. Saat kondisi musim kemarau, bahan sayuran yang memiliki vitamin menjaga tubuh tetap bugar dan sehat.

“Bahan baku sayuran dan bumbu rempah cukup mewakili kebutuhan energi sebelum aktivitas, dan memiliki gizi yang tinggi,” tutur Mifta.

Daus, salah satu karyawan pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, saat memesan nasi urap untuk sarapan di tempat kerjanya, Sabtu (26/10/2019). -Foto: Henk Widi

Daus, salah satu pelanggan nasi urap mengaku memilih nasi urap untuk menu sarapan. Pria asal Banyuwangi, Jawa Timur tersebut kerap membeli nasi urap untuk dibawa ke tempat bekerja. Sebab, saat akan bekerja sang istri belum sempat memasak karena mengantar sang anak ke sekolah. Menu nasi urap menjadi asupan energi sebelum aktivitas di pelabuhan tempatnya bekerja.

Saat libur setelah shift malam, ia juga kerap menikmati nasi urap di Waroeng Nduk. Menikmati nasi urap, cocok dengan nasi hangat dan ditambah telur asin. Cukup mengeluarkan uang Rp10.000, Daus bisa menikmati hidangan tradisional yang menyehatkan.

Berbagai jenis sayuran segar yang ada dalam nasi urap menjadi asupan vitamin yang cocok untuk energi dan penyemangat di kala pagi.

Menu nasi urap di Waroeng Nduk, disebutnya cukup laris. Dibuka pada pagi hari mulai pukul 06.00, menu nasi urap kerap habis setelah pukul 09.00. Daus kerap harus menelepon terlebih dahulu untuk mendapatkan menu nasi urap yang disukainya. Sebab, jika lewat jam 09.00 menu nasi urap akan diganti dengan menu lain yang juga disediakan di warung tersebut.

Lihat juga...