Dinkes Pessel Pantau Kondisi Kesehatan 18 KK Pengungsi Korban Abrasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PESISIR SELATAN – Ada sekitar 18 Kepala Keluarga (KK) di Pantai Dusun Muaro, Kampung Bukit Tambun Tulang, Nagari IV Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapas, Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, yang berada di tenda pengungsian.

Mereka merupakan korban pengungsian pantai di daerah setempat. Dinas Kesehatan Pesisir Selatan menyatakan, kondisi kesehatan pengungsi terus dipantau oleh tim medis.

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, mengatakan, puluhan warga itu kini berada di bawah tanggung jawab pemerintah, karena bencana abrasi  telah menyebabkan belasan rumah rusak dan tidak bisa ditempati lagi. Kini, masyarakat tersebut diberi tempat tinggal sementara di tenda pengungsian.

“Kita tentu memantau kondisi kesehatan para pengungsi itu, ada tim kesehatan yang diturunkan. Intinya Pemkab terus memberikan perhatian dan penanganan korban abrasi pantai Dusun Muaro, baik dari sisi kesehatan, bahan pangan dan lain sebagainya,” katanya, Jumat (4/10/2019).

Pemantuan kesehatan yang dilakukan itu yakni mengecek kondisi fisik bagi anak-anak yang berada di tenda pengungsian. Karena, mengingat dekat berada di laut, dan angin bertiup cukup kencang, sementara hanya berada di dalam tenda, maka anak-anak terbilang cukup rentan terkena penyakit.

Diperkirakan, penyakit yang mungkin saja bisa menyerang korban abrasi yang berada di tenda seperti demam, flu, dan masuk angin. Maka, ada tim kesehatan yang selalu memantau kondisi pengungsi tersebut.

Bupati Hendrajoni menyatakan, ke depan Pemkab Pesisir Selatan akan melakukan relokasi bagi korban abrasi ke lokasi yang aman. Sedangkan untuk pembangunan rumah baru bagi korban akan diupayakan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sebagai bentuk keseriusan Pemkab setempat, Bupati juga menyatakan meminta kepada perangkat daerah terkait agar terus memantau kondisi korban abrasi pantai, termasuk memenuhi apa saja yang menjadi kebutuhan mereka.

“Saya minta perangkat daerah terus memantau kondisi korban abrasi pantai tersebut, sekaligus memenuhi kebutuhan mereka seperti bahan pangan, selimut, perlengkapan bayi dan lain sebagainya. Jangan sampai mereka ditelantarkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pesisir Selatan, Zulfian Aprianto, mengakui bahwa tim kesehatan tetap disiagakan di lapangan untuk memantau kondisi kesehatan para korban.

Kemudian Pemkab menyalurkan bahan pokok seperti beras, makanan siap saji dan lainnya. Selain itu, menyalurkan perlengkapan bayi, tenda, terpal dan selimut.

Selanjutnya, Pemkab Pesisir Selatan akan merelokasi korban abrasi Dusun Muaro ke tempat baru yang aman dari ancaman abrasi pantai. Terkait hal itu, pemkab mengajukan usulan pembangunan rumah para korban abrasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Menurutnya, selain mensiagakan tim kesehatan, bentuk kepedulian pemkab lainnya adalah mendistribusikan sebanyak 500 kilogram beras kepada 38 Kepala Keluarga (KK) korban bencana abrasi pantai di Dusun Muaro.

“Pemkab terus memantau berbagai kebutuhan pengungsi. Sebagian kepala keluarga di Dusun Muaro mengungsi di tenda yang disiapkan, dan sebagian lagi menumpang di rumah sanak keluarganya,” ujarnya.

Kejadian tersebut juga menyebabkan 38 unit rumah rusak berat dan tertimbun pasir, satu unit gudang ikan rusak berat, serta satu unit bangunan BUMNag rusak berat. Saat ini sudah 18 KK korban abrasi pantai Dusun Muaro yang mengungsi di tenda milik Kementerian Sosial RI.

Lihat juga...