Bentengi Residivis Kambuhan dengan Hipnosis Investigasi
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
KEBUMEN – Banyaknya residivis kambuhan atau mantan narapidana yang kembali mengulangi kejahatannya, membuat Kapolres Kebumen, AKBP Rudy Cahya Kurniawan, tergerak untuk membuat terobosan atau cara membentengi para residivis supaya tidak mengulang kejahatannya. Yaitu dengan cara menyentuh alam bawah sadar dari residivis tersebut.
Hal tersebut sudah sering dipraktikkan oleh Kapolres di tempat tugasnya sebelumnya dan sekarang mulai diterapkan di Kebumen. Terkait keahliannya yang jarang dimiliki orang ini, Kapolres bertutur, ia menyebut dengan teknik hipnosis investigasi.

Hipnosis atau yang biasa dikenal hipnotis adalah suatu teknik terapi yang membuat seseorang berada dalam kondisi rileks, tenang dan nyaman, supaya bisa fokus dan merespon sugesti yang diberikan.
“Metode ini namanya hipnosis investigasi terapi. Jadi melalui alam bawah sadarnya, tersangka akan kita buat untuk menyesali perbuatannya dan tidak akan mengulanginya kembali,” jelas Rudy, Rabu (30/10/2019).
Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, setelah berhasil menumbuhkan penyesalan dalam diri tersangka atau residivis, tahap selanjutnya adalah membentengi tersangka agar menutup diri terhadap segala bentuk ajakan tindak kejahatan dari luar.
“Setelah kondisi tersangka nyaman, maka pesan-pesan kamtibmas akan mudah disampaikan dan masuk sampai ke hati, sehingga ia akan terus teringat,” terangnya.
Menurut Kapolres, metode tersebut sangat efektif untuk menekan angka kejahatan. Karena para residivis, minimal tidak akan mengulangi perbuatannya, sebab apa yang diucapkan selama proses hipnosis, merupakan suara hati dan keinginan dari diri sendiri. Tanpa ada paksaan dari pihak luar, hanya diarahkan dan dikondisikan saja.
Metode ini, lanjut Kapolres, juga bisa diterapkan kepada tersangka atau tahanan yang mengalami stres. Sehinggi bisa membuat kondisinya lebih tenang dalam menghadapi proses hukum.
“Ini pendekatan dari hati ke hati, sehingga komunikasi yang terjalin selama proses hipnosis sangat efektif dan berbekas,” tuturnya.
Kapolres sendiri sempat mempraktikkan hipnosis investigasi kepada salah satu tersangka kasus penggelapan kendaraan bermotor saat sedang menjalani proses pemeriksaan.
Hanya dalam hitungan detik, tersangka sudah dalam kondisi setengah sadar dan berdialog dari hati ke hati dengan Kapolres. Di akhir dialog, Kapolres memberikan pesan-pesan kamtibmas yang disimak dengan khidmat.