Polres Palangka Raya Tangani 140 Kasus Karhutla
PALANGKA RAYA – Kepolisian Resor Palangka Raya, Kalimantan Tengah, selama 2019 ini sudah menangani 140 kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Namun, hanya lima orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Dan hanya 15 perkara yang diproses fokus penyelidikan. “Kebanyakan kasus Karhutla di Palangka Raya karena sengaja dibakar,” kata Kasat Reskrim Polres Palangka Raya, AKP Nandi Indra Nugraha, Senin (2/9/2019).
Menurutnya, kepolisian sudah memberikan garis polisi di puluhan lokasi lahan yang diduga sengaja dibakar. Hal itu guna memastikan, lahan bermasalah tersebut dalam pengawasan pihak yang berwajib. Mengenai jumlah keseluruhan lahan yang terbakar, Dia memperkirakan mencapai ratusan hektare. Namun dari lima orang tersangka pembakar lahan yang sudah mendekam di Mapolres Palangka Raya, sudah ada yang kasusnya dilimpahkan ke kejaksaan oleh petugas.
Tercatat, hanya 17 hektare saja, yang kasusnya lengkap dengan barang bukti. “Belasan kasus yang ada menjadi fokus penyidik untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan guna mengetahui siapa pelaku pembakar lahan tersebut,” tandas Nandi.
Guna mendapatkan informasi untuk mengungkap siapa dalang dibalik Karhutla, polisi juga memintai keterangan pemilik lahan, serta saksi mata yang mengetahui di lokasi lahan yang terbakar. Meski sudah memeriksa pemilik lahan, polisi masih belum berani menetapkan siapa pelaku pembakar lahan tersebut. dalam hal tersebut, petugas benar-benar memastikan dua alat bukti untuk menangkap pelaku pembakar lahan. “Yang jelas dalam Karhutla di Palangka Raya ini tidak ada kategori korporasi, melainkan lahan milik pribadi,” bebernya.
Karhutla yang selama ini terjadi di Palangka Raya, kebanyakan di Kecamatan Jekan Raya, Sabangau dan Pahandut. Kendati saat ini titik api sudah berkurang pasca beberapa kali hujan turun membasahi daerah setempat, pihaknya tetap siaga apabila ada terjadi hal serupa.
Hamparan lahan yang ada sekarang, kondisinya juga mulai kering karena cuaca di kota itu kembali panas. “Meski kejadian Karhutla tidak seperti beberapa bulan yang lalu, anggota saya tetap waspada agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” pungkasnya. (Ant)