Penanganan Stunting di Pesisir Selatan Dilakukan Lintas Perangkat

Editor: Mahadeva

PESISIR SELATAN – Penanganan kasus gizi buruk atau stunting di Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, dilakukan dengan kerjasama lintas perangkat daerah. Pemerintah nagari dan masyarakat, menjadi salah satu garda terdepan untuk kegiatan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan, dr.Satria Wibawa, mengatakan, langkah awal yang dilakukan adalah membekali petugas kesehatan di Puskesmas, Bidang Promkes dan Gizi. Digelar workshop, untuk membekali mereka pengetahuan terkait pencegahan stunting di wilayah kerjanya masing-masing. “Workshop bertujuan memberikan pemahaman yang mendalam bagi petugas kesehatan mengenai tugas pokok dan fungsi dalam upaya pencegahaan stunting,” tandasnya, Jumat (6/9/2019).

Pemerintah Nagari dalam posisi sangat penting di kegiatan tersebut. Mereka bisa mengalokasikan dana desa, untuk kegiatan penanganan stunting. Kegiatannya bisa difokuskan membangun sanitasi, jaringan air bersih, pemberian gizi ibu hamil, insentif kepada petugas dan kegiatan penunjang lainnya.

Sementara, bila asupan gizi ibu selama hamil kurang, dampaknya pertumbuhan bayi di dalam kandungan terhambat. Dan hal itu akan terus berlanjut setelah bayi dilahirkan. “Selain itu, stunting bisa terjadi akibat kebutuhan gizi anak saat masih di bawah dua tahun tidak tercukupi. Entah karena tidak diberi ASI eksklusif, atau makanan yang diberikan kurang gizi,” jelasnya.

Banyak teori yang menyatakan, kurangnya asupan makanan juga bisa menjadi penyebab stunting. Khususnya asupan makanan yang mengandung zink, zat besi, serta protein. Hal itu akan terjadi ketika anak masih berusia balita, tepatnya di bawah dua hingga tiga tahun.

Lihat juga...