Masih Kemarau, Persediaan Air Bersih Tinggal 3 Bulan
Editor: Mahadeva
BALIKPAPAN – Imbauan hemat penggunaan air bersih terus digaungkan Pemerintah Kota Balikpapan. Hal itu dikarenakan, dalam satu bulan terakhir hujan tidak juga kunjung turun di daerah tersebut. Meskipun dua hari ini, di pagi hari hujan, namun belum mengisi persediaan air di Waduk Manggar yang menjadi andalan pendistribusian air bersih bagi warga Balikpapan.
Dalam pemantauan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi bersama pimpinan PDAM Tirta Manggar, diketahui level air waduk manggar turun drastis. Volume sumber utama air bersih di Kota Balikpapan menyusut 5 juta kubik.
“Saat ini level Waduk Manggar tersisa Sembilan meter saja. Saya dapat laporan dari Dirut PDAM, dengan kondisi saat ini diperkirakan mampu bertahan memenuhi kebutuhan masyarakat selama tiga bulan,” kata Rizal, Selasa (24/9/2019).
Waduk Manggar merupakan sumber utama produksi air bersih PDAM Kota Balikpapan. Waduk tadah hujan itu melayani tiga instalasi pengolahan air minum. Yaitu instalasi pengolahan air minum (IPAM) Batu Ampar km 8, yang memiliki kapasitas terpasang 500 liter perdetik dan menghasilkan kapasitas produksi 461,48 liter perdetik.
Kemudian IPAM Mini Manggar km 12 yang menghasilkan kapasitas produksi 16,60 liter perdetik dari kapasitas produksi sebanyak 20 liter perdetik. Dan terakhir IPAM Kampung Damai yang menjadi instalasi utama Balikpapan menghasilkan kapasitas produksi 434,91 liter perdetik dari kapasitas terpasang 440 liter perdetik.
Kekurangan pasokan dari Waduk Manggar dapat menganggu sekitar setengah pelanggan PDAM yang tahun ini mencapai 98 ribu. “Hujan yang turun harapannya bisa menambah tampungan masyarakat,” imbuh Rizal Effendi.
Saat ini level air Waduk Manggar berkisar sembilan meter, dengan produksi sebesar 1.280 meter kubik per-jam untuk semua instalasi. “Bicara kebutuhan, sebenarnya masih kurang air baku. Ada tambahan dari Waduk Teritip belum optimal karena masih proses pengaliran di wilayah timur. Butuh pipa primer dan sekunder,” tandas Direktur Teknik PDAM Balikpapan Arief Purnawarman.
Idealnya, PDAM Balikpapan harus memproduksi sekitar 1.400 hingga 1.500 liter per-detik. Jumlah tersebut, untuk memenuhi semua kebutuhan warga Kota Minyak. Artinya, masih ada defisit air baku sekitar 300 liter kubik per-detik. Hal itu membuat distribusi air di dataran tinggi belum optimal, tidak bisa mengalir 1×24 jam. Apalagi jika ditambah kerusakan pipa atau pompa yang bisa menggangu aliran tersebut. Diprediksi, masih bisa bertahan sekitar enam bulan tanpa hujan.
Setidaknya bertahan hingga Januari. “Mudah-mudahan sesuai perkiraan BMKG sudah hujan lagi pada Oktober atau November,” tandasnya.