Jaga Lingkungan, Kelurahan Jatirangga Kembangkan Olahan Bambu

Editor: Mahadeva

BEKASI – Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi Jawa Barat, mengembangkan olahan kerajinan berbahan bambu. Kegiatannya dengan mengkreasikan bambu menjadi sendok, garpu, sedotan, tumbler, asbak dan jam tangan.

Hal tersebut bentuk gerakan go green (penyelamatan bumi dari kerusakan) akibat sampah plastik. “Dalam hal ini, saya membuat tiga kelompok untuk diberikan pelatihan dengan bekerjasama dengan LSM Hijau Lingkungan Indonesia (HLI) atau Bambu Juara program Gubernur Jabar, untuk memberikan pelatihan cara pengolahan bambu,”ujar Ahmad Apandi, Lurah Jatirangga, Rabu (18/9/2019).

Ide awal pengembangan pengolahan bambu di Jatirangga, mempertimbangkan potensi wilayah yang memiliki bahan baku bambu cukup banyak. Bambu yang berkembang memikiki jenis beragam. “Jatirangga ini dulu wilayah penghasil bambu terbanyak, dan pengrajinnya-pun masih ada sampai sekarang. Tapi mereka berhenti, karena peminat yang membeli hasil kerajinan bambunya berkurang,” tukasnya.

Para perajin dulu membuat pengki, semacam tempat sampah berbahan bambu dan bakul tempat nasi. Melihat potensi itu, Apandi memilih untuk mengumpulkan para perajin bambu dan memberi semangat untuk membuat kreasi yang lain sesuai trend yang ada.

Menurutnya, jika pengki sudah tidak diminati, kenapa harus dibuat? Oleh karenanya, para perajin didorong berkreasi untuk membuat hal baru, seperti sedotan dari bambu, sendok, garpu dan produk lainnya. LSM HLI bersedia memberi pelatihan yang dijadwalkan di akhir tahun mendatang. Pelatihan akan diberikan hingga sampai proses produksi.

“Untuk sendok, garpu, asbak sudah dibuat pengrajin di Jatirangga, hanya saja sekarang pengrajin belum bisa membuat tumbler atau jam tangan dengan bahan dasar bambu, karena memerlukan teknis khusus, bahan baku bambu pilihan dan alat yang belum dimiliki,” tandas Apandi.

Untuk pohon bambu, di wilayah Kelurahan Jatirangga sampai saat ini setiap rumah masih memiliki pohon bambu. Bahkan ada sekitar dua hektare tumbuh di wilayah kelurahan tersebut. “Bahan baku bambu di Jatirangga masih memadai, pengrajin dari dulu beberapa keluarga masih ada. Upaya sebagai bentuk kampanye dalam mengurangi sampang plastik ditengah masyarakat,” pungkas Apandi.

Lihat juga...