Inflasi Tahunan Kota Balikpapan Terendah ke-Dua di Kalimantan
Editor: Mahadeva
BALIKPAPAN – Inflasi tahunan Kota Balikpapan, tercatat menjadi yang terendah ke-dua di Pulau Kalimantan setelah Tanjung. Inflasi Balikpapan sebesar 1,31 persen (yoy), dan secara kumulatif, inflasi Agustus 2019 mencapai 1,78 persen untuk Year To Date (ytd).
Pada Agustus 2019, Balikpapan mengalami Deflasi sebesar -0,52 persen (mtm). Kondisinya, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 0,08 persen. Deflasi didorong oleh koreksi tarif angkutan udara yang berandil sebesar -0,41 persen.

“Koreksi harga pada kelompok Transport, Komunikasi & Jasa Keuangan berikan andil deflasi sebesar -0,41persen, yang disumbang oleh penurunan tarif angkutan udara pada low season,” jelas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Bimo Epyanto, Senin (2/9/2019).
Pada saat yang sama, kelompok bahan makanan juga memberikan andil deflasi sebesar -0,19 persen (mtm). Kondisinya, didorong oleh penurunan harga komoditas sayur, seiring dengan kecukupan pasokan di tengah kondisi cuaca yang mendukung. Upaya pengendalian inflasi du daerah, dan memitigasi tekanan risiko inflasi, disebut Bimo terus dilakukan Tim Pengendalian Inflasi daerah (TPID) Kota Balikpapan.
Ke depan, terdapat beberapa faktor yang diperkirakan masih akan memberi tekanan kepada inflasi. Diantaranya, tahun ajaran baru Perguruan Tinggi, musim kemarau di daerah pemasok, serta berlanjutnya kenaikan harga emas. “Pada Agustus 2019, kenaikan harga emas perhiasan turut menyumbang inflasi dari kelompok sandang sebesar 0,02 persen,” jelasnya.
Bimo menyebut, upaya pengendalian harga pada Agustus 2019 juga dilakukan dengan Training of Trainer (ToT) kepada PKK Kota Balikpapan. Kegiatannya, dilakukan dalam program Gerakan Wanita Matilda (Mandiri, Terampil, Berdaya).
Melalui kegiatan tersebut diharapkan, meningkatkan awareness para wanita mengenai belanja secara bijak dan cerdas, serta pemanfaatan lahan pekarangan (urban farming).