SAMARINDA — Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Paser, Kalimantan Timur menargetkan program peremajaan kelapa sawit di lahan milik masyarakat setempat seluas 4.000 hektare.
Kepala Distan Kabupaten Paser Karoding, mengatakan 17 ribu hektare lahan sawit di Paser seharusnya sudah diremajakan karena telah memasuki usia tidak produktif.
“Sehingga bisa diteruskan program replanting (peremajaan) yang rencananya ditargetkan 17 ribu hektare,” kata dia yang dihubungi dari Samarinda, Jumat (13/9/2019).
Pihaknya menargetkan pada 2020, 17 ribu hektare sawit yang tidak produktif sudah dilakukan peremajaan dan penanaman ulang.
Untuk mewujudkan program tersebut, pihaknya membutuhkan partisipasi aktif semua pihak, yakni kelompok tani dan serikat petani, dalam program peremajaan kelapa sawit itu.
“Termasuk peran dari Solidaridad ini kami butuhkan dalam program replanting,” ucap Karoding.
Peran serta serikat petani, kata dia, dibutuhkan pemerintah dalam menyukseskan program peremajaan sawit, yakni dengan melakukan pembinaan, di antaranya pemilihan varietas bibit sawit yang baik dan unggul.
Distan Paser meminta kepada petani untuk dapat memanfaatkan dana peremajaan sawit itu dengan sebaik mungkin.
Contoh terkait dengan dana peremajaan itu, kata dia, dana yang masuk ke rekening masyarakat diharap dapat dimanfaatkan sebaik mungkin, sedangkan pekerjaan yang bisa dilakukan oleh petani harus dikerjakan secara swadaya.
“Jangan diupahkan. Misalnya lubangnya saja diupahkan. Yang bisa dikerjakan tolong dikerjakan. Kami harap bibit varietas juga yang standar,” kata dia.
Dia berharap, ke depan, penghasilan petani dari kelapa sawit setiap tahun dapat meningkat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.
“Selama ini hasil panen 10 ton per hektare per tahun. Diharapkan bisa sampai 20 ton, supaya ada keseimbangan dan keuntungan bagi petani,” ujar Karoding. (Ant)