Balikpapan Raih Anugerah Aksara Utama
Editor: Koko Triarko
BALIKPAPAN – Dinilai berhasil menurunkan angka buta aksara, Pemerintah Kota Balikpapan meraih penghargaan Anugerah Aksara Utama dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 2019. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Muhajir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada acara peringatan hari aksara internasional ke-54 di Makassar, Sulawesi Selatan, baru-baru ini.
Wali Kota Rizal Effendi menjelaskan, penghargaan diberikan kepada daerah-daerah yang telah berhasil menurunkan angka buta huruf secara signifikan di daerahnya. Salah satunya, Pemerintah Kota Balikpapan yang sudah komitmen dan mampu menurunkan angka tersebut.
“Penghargaan diberikan saat peringatan Hari Aksara Internasional. Kemendikbud memberikan penghargaan kepada pemerintah, pemerhati yang sudah menurunkan buta aksara dan Balikpapan satu-satunya kota yang memperoleh penghargaan, karena yang lainnya kabupaten,” ucapnya Rizal Effendi, Senin (9/9/2019).
Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional Badan Pusat Statistik (BPS), angka buta aksara di Indonesia turun drastis dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2017, jumlah penduduk buta aksara di Nusantara mencapai 3,4 juta jiwa. Kemudian pada 2018 turun menjadi 3,29 juta orang atau 1,93 persen dari total populasi penduduk, dan turun lagi menjadi 1,9 juta jiwa.
Sedangkan di Kota Balikpapan, berdasarkan data BPS, Angka Melek Huruf (AMH) 2018 mencapai 99,33 persen. AMH untuk berjenis kelamin perempuan mencapai 99,64 persen dan laki-laki 99,01 persen.
“Pada 2018, hampir seluruh penduduk kota Balikpapan yang berusia 15 tahun ke atas memiliki kemampuan membaca dan menulis. AMH penduduk laki-laki maupun perempuan, keduanya hampir mencapai 100 persen,” sebut Kepala BPS Balikpapan, Achmad Zaini.
Dia menilai, dengan angka tersebut membuktikan masyarakat Balikpapan mayoritas telah memiliki kemampuan baca dan tulis, sehingga untuk mengentaskan buta aksara dapat terus dilanjutkan dengan upaya yang sekarang dilaksanakan.
“Sekarang, angkanya sangat kecil sekali, di nasional saja tersisa kurang dari 2 persen, dan Balikpapan termasuk berhasil mengentaskan itu melalui kejar paket, kegiatan belajar nonformal dan lainnya,” sambung Rizal Effendi.
Dia pun menargetkan akan terus menurunkan angka buta aksara melalui program yang dilaksanakan. “Banyak program yang dilaksanakan dan penghargaan ini menjadi motivasi untuk selanjutnya. Dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat yang ada, dapat terus ditingkatkan, pendidikan penyetaraan dan lainnya,” ujarnya.
Untuk diketahui, sebanyak 7 Kabupaten dan Kota yang berhasil meraih penghargaan dalam Hari Aksara Internasional, yaitu Kota Balikpapan, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Bone, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Lombok Barat, dan Kabupaten Timor Tengah Selatan.