Sejumlah Rumah Sakit di NTB Turun Kelas
Editor: Mahadeva
MATARAM – Sejumlah rumah sakit di Nusa Tenggara Barat mengalami penurunan kelas. Hal tersebut terjadi, karena persoalan sumber daya manusia yang dimiliki.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zulkiflimansyah, menyebut kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) terjadi pada dokter spesialis. “Memang benar, penurunan kelas dari C menjadi D terjadi karena masalah SDM masih kurang, tapi itu tidak hanya terjadi di NTB, tapi terjadi di hampir semua daerah” kata Zulkiflimansyah, Jumat (2/8/2019).
Faktor lain yang menjadi penyebab adalah rumah sakit tidak rutin melakukan update informasi secara online. Utamanya mengenai penambahan dokter, ataupun sarana prasarana penunjang.
Untuk mengatasi persoalan kekurangan dokter spesialis, Pemprov NTB disebutnya, melakukan perekrutan di penerimaan CPNS. Selain itu, pemerintah daerah juga menyekolahkan SDM yang ada. “Pemenuhan SDM rumah sakit, terutama RSUD sudah dilakukan, salah satunya dengan menyekolahkan pegawai yang ada terutama dokter spesialis, untuk memenuhi kekurangan yang ada,” tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, mengatakan, puluhan rumah sakit di NTB mengalami penurunan kelas. Penurunan terjadi dari rumah sakit tipe C menjadi tipe D oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Rumah sakit tersebut antara lain, RSUD Kabupaten Lombok Barat, RSUD Peraya, Kabupaten Lombok Tengah, RS Islam Yatofa Lombok Tengah RS. Cahaya Medika, RSUD Kabupaten Bima, RSUD Kota Bima, RSUD Kabupaten Sumbawa Barat, RSUD Kabupaten Dompu, RS. Bayangkara Polda NTB dan RS. Manambai Abdul Kadir.
Sebagai upaya mengembalikan tipe rumah sakit kabupaten kota dari tipe D kembali menjadi C, semua rumah sakit di NTB diminta segera memperbarui kembali informasi SDM yang dimiliki. Update dilakukan secara online. Termasuk mengirimkan surat keberatan kepada Kemenkes, dengan melengkapi bukti ketenagaan yang terlebih dahulu harus diklarifikasi Dinas Kesehatan.