Rumah Pustaka Diharap Mampu Kurangi Kecanduan Anak pada ‘Gadget’

Editor: Koko Triarko

PADANG – Wakil Wali Kota Padang, Hendri Septa, berharap Rumah Pustaka dan Peduli Arsip Masyarakat (RP-PAM) di Kelurahan Kurao Pagang, Kecamatan Nanggalo, Sumatra Barat, mampu mengurangi kecanduan anak era sekarang terhadap smartphone atau gadget. 

“Saya sangat bersyukur dan menyambut baik hadirnya rumah pustaka di Kurao Pagang ini. Dengan hadirnya rumah pustaka ini diharapkan dapat mendorong minat baca masyarakat untuk melek literasi. Karena, sama-sama kita lihat, anak sekarang banyak menghabiskan waktu bermain smartphone,” katanya,di sela peresmian Rumah Pustaka dan Peduli Arsip Masyarakat (RP-PAM) di Kelurahan Kurao Pagang, Minggu (4/8/2019).

Hadirnya Rumah Pustaka di tengah masyarakat Kurao Pagang, dinilai sebagai hal yang positif. Setidaknya, hadirnya Rumah Pustaka dapat memunculkan minat baca dari kalangan anak-anak, hingga dewasa.

Menurut Hendri Septa, smartphone yang dimiliki banyak anak-anak yang pada umumnya ialah pelajar, tidak dimanfaatkan untuk belajar atau pun membaca, tapi malah bermain game. Untuk itu, hadirnya rumah pustaka, yang dinilai mudah diakses, bisa mengurangi kebiasaan anak-anak terhadap smartphone.

Di sisi lain, mendirikan Rumah Pustaka di tengah-tengah lingkungan masyarakat, tentu dapat mendekatkan buku-buku dengan masyarakat yang selama ini hanya bisa dipinjam di Pustaka Daerah dan Pustaka Keliling.

Dikatakannya, latar belakang hadirnya Rumah Pustaka, merupakan salah satu bentuk keprihatinan, bahwa dewasa ini minat baca masyarakat Indonesia dari hari ke hari makin menurun. Persoalan tersebut, dipengaruhi perkembangan teknologi informasi yang kian pesat, sehingga masyarakat lebih cenderung memainkan teknologi ketimbang membaca buku.

“Kita lihat sekarang, anak-anak umur lima tahun sudah pada pintar memainkan smartphone ketimbang belajar dan membaca buku. Ini perlu menjadi perhatian bersama, bagaimana kita selaku orang tua dapat mengawal anak-anak dalam melek teknologi,” ujarnya.

Hendri berharap, Rumah Pustaka yang ada tersebut, akan mendorong masyarakat, terutama anak-anak untuk rajin membaca, sehingga generasi muda Kota Padang menjadi generasi cerdas dan pintar.

“Kita tentu menyadari dengan membaca, maka keilmuan dan pengetahuan kita akan bertambah,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Daerah II Arsip Nasional RI, Wawan Sumanak, mengatakan, kabupaten dan kota seluruh Indonesia bertugas mengarsipkan dokumen penting milik warganya. Artinya, bila terjadi suatu peristiwa yang mengakibatkan hilangnya dokumen tersebut, maka warga dapat mengambil arsipnya, sehingga warga tidak perlu susah membuat yang baru.

Menurutnya, setiap kabupaten dan kota sangat diharapkan adanya Rumah Pustaka, dengan demikian pemerintah menyerahkan sepenuhnya untuk mengarsipkan dokumen penting milik warganya seperti Kartu Keluarga (KK), Surat Nikah, Akta dan dokumen penting lainnya.

“Alhamdulillah, dengan adanya Gerakan Rumah Pustaka dan Peduli Arsip Masyarakat, akan dapat dilakukan perngarsipan terhadap dokumen penting masyarakat,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, Muji Susilawati, mengatakan, Gerakan Rumah Pustaka dan Peduli Arsip Masyarakat (RP-PAM) dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-350 Kota Padang.

Ia menjelaskan, untuk mendorong minat baca masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Padang juga membagikan buku ke rumah-rumah warga. Total 200 rumah warga yang dapat pembagian buku secara gratis.

“Buku tersebut dibagikan dengan menggunakan tas, kemudian dikembalikan setiap tanggal 1 dan tanggal 15. Buku tersebut dibagikan kepada ayah ibu dan tiga orang anak,” jelas Muji.

Selain mendapatkan buku, Dinas Perpustakaan Kota Padang juga membantu mengarsipkan dokumen penting milik warga tersebut, seperti Kartu Kelurga (KK), Surat Nikah dan dokumen penting lainnya.

“Semoga dengan hadirnya rumah baca dan sampainya buku-buku ke rumah-rumah masyarakat, dapat mendorong minat baca masyakat,” ujarnya.

Untuk itu, agar keberadaan Rumah Pustaka benar-benar berjalan dengan baik, maka dibentuklah Relawan Rumah Pustaka dan Peduli Arsip Masyarakat Kurao Pagang yang berjumlah 10 orang.

“Jadi, 10 orang itu nantinya akan membantu Rumah Pustaka dan Peduli Arsip yang ada di Kurao Pagang ini,” pungkasnya.

Lihat juga...