PLN Tegaskan Listrik di Kalimantan, Surplus
Editor: Koko Triarko
“Kami juga berharap, agar investasi listrik ini digunakan untuk hal yang bermanfaat. Bukan terbuang sia-sia. Tapi, listrik dinikmati untuk hal yang produktif. Untuk itu, kami fokus mengincar segmen industri,” ulasnya.
Di sisi lain, konsumsi per kapita di Negara Indonesia, termasuk Kaltim, masih rendah. Per kapita hanya 1.000 MWh per tahun. Kalau dibanding negara tetangga di Asia Tenggara, semisal Malaysia, perbedaannya cukup signifikan. Malaysia sudah mencapai 4.000 MWh per orang per tahun.
Kemudian, rasio elektrifikasi di Kalimantan sebesar 92 persen. Masih ada 8 persen yang belum dialiri. Itu menjadi fokus PLN juga. Yang belum teraliri ini di daerah pedasaan yang sulit terjangkau. Dibagi per provinsi, Kaltim sudah 99,9 persen. Paling kecil di Kalteng, yakni 94 persen.
Dari data yang dihimpun, penjualan tenaga listrik di Kalimantan meningkat 9,16 persen, atau bertambah 115.000 pelanggan. Total pelanggan di Kalimantan sebesar 4,1 juta pelanggan dengan total listrik tersalurkan 5,1 juta MWh.
Sementara itu, dari roadmaps pembangunan pembangkit, dari 2019 hingga 2028 total pengembangan pembangkit di Kalimantan berjumlah 4.324,9 MW.
Saat ini, total sistem Kalimantan, daya mampu mencapai 2.052 MW. Beban puncak 1.446,5 MW dan cadangan daya yang masih belum terpakai 605,5 MW.
Sebagai informasi, perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Pelayanan (UIP) Kalimantan Timur-Kalimantan Utara (Kaltimra) mengalami surplus pasokan listrik sebesar 500 MW (Megawatt).