Pesisir Selatan Terus Kembangkan Nagari Mandiri Pangan

Editor: Koko Triarko

PESISIR SELATAN – Pemkab Pesisir Selatan menargetkan, pada 2020 bakal menambah tiga Nagari (Desa) Mandiri Pangan, yaitu Nagari Taratak Sungai Lundang, Kecamatan Koto XI Tarusan, Nagari Gurun Panjang Utara, Kecamatan Bayang dan Nagari Lakitan, Kecamatan Lengayang.

Kepala Dinas Pangan Kabupaten Pesisir Selatan, Alfis Basyir, mengatakan, jumlah Nagari Mandiri Pangan di Pesisisr Selatan hingga 2019 ini, jumlahnya baru mencapai lima nagari, yaitu Nagari Kambang Utara, Kecamatan Lengayang, Nagari Sungai Tunu Utara, Kecamatan Ranah Pesisir, Nagari Limau Gadang Lumpo, Kecamatan  IV Jurai, Nagari Taratak, Kecamatan Sutera dan Nagari Inderapura Selatan, Kecamatan Pancung Soal.

“Kita di Pemkab akan terus memberikan perhatian terhadap pembangunan Nagari Mandiri Pangan. Pembangunan yang dilaksanakan seperti infrastruktur jalan, irigasi dan peningkatan ekonomi serta pemberdayaan masyarakat. Selanjutnya, peningkatan gizi dan SDM yang melibatkan lintas sektor,” katanya, Selasa (27/8/2019).

Dikatakannya, melalui program Nagari Mandiri Pangan, diharapkan kualitas hidup masyarakat meningkat, sekaligus menciptakan kemandirian, ketahanan pangan dan gizi serta peningkatan ekonomi masyarakat.

Ia menyatakan, dalam upaya pengembangan ekonomi masyarakat, dan menciptakan ketahanan pangan di Nagari Mandiri Pangan, maka telah dilakukan pula penandatanganan MoU antara Bulog Divre Sumatra Barat dengan kelompok tani, terkait pembelian beras premium.

“Melalui kerja sama ini, beras premium  petani akan langsung dibeli oleh Bulog. Dengan demikian, petani tidak lagi mengalami kerugian, karena pemasaran hasil panen sudah terjamin dan harga beras petani akan selalu stabil,” ungkapnya.

Kemudian, pihaknya terus melakukan komunikasi yang intensif dengan berbagai pihak, untuk mengoptimalisasi potensi pangan yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan, termasuk Nagari Mandiri Pangan.

Menurutnya, pembangunan bidang pangan menjadi skala prioritas dan strategis dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini menjadi perhatian serius pemerintah bersama stakeholders yang ada.

“Nagari Mandiri Pangan merupakan salah satu upaya penanggulangan kemiskinan dan kerawanan pangan, sehingga dilakukan pengembangan kawasan/pembinaan nagari mandiri pangan tersebut,” jelasnya.

Ia menyebutkan, kegiatan tersebut juga berdasarkan UU Nomor 18 tahun 2012, tentang pangan, bahwa kerawanan pangan dapat diartikan sebagai kondisi suatu daerah atau rumah tangga yang tingkat ketersediaan dan keamanan pangan bagi pertumbuhan dan kesehatan.

Sehingga, katanya, dengan adanya Nagari Mandiri Pangan, kondisi kerawanan pangan dapat bersifat kronis dan transien. Karena, kerawananan pangan juga disebabkan oleh kemiskinan yang berkepanjangan. Untuk itu, perlu didirikannya Nagari Mandiri Pangan di Pesisir Selatan, di mana kondisi masyarakat masih banyak yang belum sejahtera.

Sementara itu, Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, mengatakan, jajarannya akan selalu berupaya dan bertekad untuk terus meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Pesisir Selatan, termasuk memberikan dukungan atas program pengembangan Nagari Mandiri Pangan.

Menurutnya, Pemkab Pesisir Selatan melalui Dinas Pangan turut melakukan berbagai program untuk pertanian, mulai dari bantuan alat pertanian, pupuk, bibit, dan hingga tenaga pendampingan di lapangan, melalui Penyuluh Pertanian yang ada di setiap kecamatan.

“Peran penyuluh pertanian dibutuhkan dalam hal ini, karena merekalah yang paling dekat berada di lingkungan pertanian itu sendiri. Tidak dapat dipungkiri, jika ada persoalan pertanian, masyaraat akan datang menemui penyuluh pertanian. Inilah yang kita harapkan, dengan demikian pangan di Pesisir Selatan bisa lebih baik,” ujarnya.

Lihat juga...