Pemprov DKI Akan Bagikan Daging Kurban Siap Saji

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menuturkan, pembagian daging kurban siap saji kepada mustahik dilakukan agar masyarakat dapat merasakan makanan bercita rasa hotel berbintang.

“Tahun ini kami akan bekerja sama untuk menyiapkan daging kurban kepada mereka yang berhak, bukan dibagi mentah. Tapi, makanan siap saji yang dimasak chef hotel berbintang,” kata Anies, usai menghadiri Kongres Diaspora Indonesia ke-5 di Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu (10/9/2019).

Pemprov DKI, kata dia, bekerja sama dengan lembaga filantropi dan beberapa hotel untuk merealisasikan ini. Dalam program ini, Pemprov DKI akan mendistribusikan daging hewan kurban siap saji kepada masyarakat. Bahkan, daging tersebut diracik oleh koki atau chef dari hotel berbintang.

“Jadi mereka menyiapkan para chef-nya,” ungkap Anies.

Anies menyebutkan, daging kurban yang dimasak oleh koki di lima hotel itu, lebih tahan lama untuk dikonsumsi dibanding jika daging langsung diberikan secara mentah.

“Makanya kami bekerja sama dengan asosiasi keamanan makanan. Ini terobosan untuk membuat hasil kurban besok tidak harus habis dalam hitungan jam dan bisa lebih jangka panjang,” kata Anies.

Sedangkan daging mentah yang diberikan, akan lebih cepat rusak karena tak semua warga memiliki kulkas. Pemprov DKI ingin agar daging yang didistribusikan lebih lama masa konsumsinya.

“Itu yang terjadi ketika daging dikirim mentah-mentah dan di tempat-tempat yang tidak ada pendingin, maka potensi mengalami rusak itu tinggi sekali. Dengan cara seperti ini, maka bisa berjangka panjang. Apalagi bisa dimasukkan kemasan kaleng itu bisa lebih panjang. Nah, ini adalah inovasi yang kami lakukan besok, agar bisa dimanfaatkan lebih panjang dan lebih merata,” jelasnya.

Orang nomor satu di DKI itu menjamin mutu dan kehalalan daging yang diolah juru masak hotel bintang lima. “Iya (menerapkan standar halal). Masing-masing hotel memiliki ciri khas tersendiri, tetapi proses pengolahannya diawasi oleh Asosiasi Profesi Keamanan Pangan Indonesia. Hanya ada arahan khusus tentang penggunaan boks yang ramah lingkungan,” ungkapnya.

Dia menginginkan, masyarakat yang berpenghasilan rendah merasakan daging olahan yang bermutu serta menikmati sajian dari hotel berbintang.

Menurut Anies, hotel memiliki standar memasak yang cukup baik, apalagi hotel yang digandeng kategori bintang 4 dan 5. Di antaranya yakni Hotel Borobudur, Hotel Darmawangsa, Hotel Shangri-La, Hotel Aston Pluit dan Hotel Grand Cempaka.

“Kami memberikan daging kurban yang sudah dipotong di RPH Dharma Jaya untuk selanjutnya dimasak oleh Para Chef Hotel Bintang Lima, Bintang Empat dan Yayasan Aksi Cepat Tanggap serta prosesnya mengikuti standar yang ditentukan oleh Asosiasi Profesi Kemanan Pangan Indonesia,” ujarnya.

Anies pun mengubah cara pendistribusian daging kurban pada Iduladha 2019, dengan meminta kesediaan sejumlah juru masak dari hotel bintang lima untuk mengelolah daging kurban. Pihaknya mengundang lebih banyak chef dari hotel berbintang untuk menyumbangkan tenaganya di program ‘Dapur Kurban’ tahun depan.

“Ini awal, saya mengundang tahun depan lebih banyak lagi hotel-hotel berbintang, ayo sumbangkan tenaga Anda untuk makanan yang enak itu bukan untuk dinikmati bagi mereka yang sudah secara sosial ekonomi tinggi, tapi izinkan mereka yang selama ini masih ekonomi sosial rendah untuk merasakan makanan kelas hotel bintang lima,” tutup Anies.

Lihat juga...