Masyarakat Tunggu Realisasi Janji Bupati Sikka

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Pemerintah Kabupaten Sikka, diminta untuk mempertahankan prestasi yang diraih atas hasil audit BPK RI terhadap laporan keuangan pemerintah daerah. Selama tiga tahun berturut-turut, sejak 2016 hingga 2018, kabupaten Sikka mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Pemerintah kabupaten Sikka di bawah kepemimpinan bupati Sikka saat ini, Robi Idong, dan Wakil Bupati Romanus Woga, harus mempertahankan ini pada 2019 nanti,” pesan Theodorus Nong Sina, warga kota Maumere, Senin (19/8/2019).

Saat ditemui pada karnaval memperingati HUT ke-74 kemerdekaan RI di lapangan Kota Baru Maumere,Theo, sapaannya, berharap agar pemimpin baru Sikka ini bisa bekerja lebih baik.

Dirinya berharap, agar visi misi yang telah dijanjikan kepada masyarakat harus dipenuhi. Dana adat pendidikan dan Kartu Sikka Sehat merupakan dua janji yang sedang dinanti masyarakat Sikka untuk direalisasikan.

“Sebagai masyarakat, kami berharap agar janji yang disampaikan saat kampanye bisa terwujud. Apalagi kedua pemimpin ini sudah hampir setahun memimpin daerah ini,” ujarnya.

Theo juga menginginkan, agar kasus calo proyek yang selama ini menyeruak ke publik dan diberitakan bisa dibasmi. Selain itu, harapnya, berbagai proyek pembangunan harus diselesaikan dengan baik, agar jangan ada proyek mangkrak.

Anggota DPRD Sikka, Yani Making, pun mengharapkan agar bupati fokus kepada janji politiknya untuk memenuhi hak dasar masyarakat. Banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk membangun daerah ini.

“Tentu publik masih ingat, bagaimana bupati meresmikan beroperasinya pasar pagi terbatas di TPI Alok dan menutupnya. Menghentikan pungutan karcis masuk di pasar Alok, tapi kini menghidupkan kembali,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, saat pidato HUT ke-74 kemerdekaan RI, mengatakan, massyarakat kabupaten Sikka patut berbagngga atas prestasi WTP dari BPK RI selama tiga tahun berturut-turut.

“Dalam bidang hukum dan HAM , kita juga meraih penghargaan sebagai Kabupaten Peduli HAM dari Kementerian Hukum dan HAM RI, yang diberikan pada Desember 2018. Sudah empat kali kita meraih penghargaan ini,” sebutnya.

Robi, sapaannya, pun mengajak semua peserta apel bendera untuk memberikan aplaus kepada bupati dan wakil bupati Sikka periode sebelumnya, Yoseph Ansar Rera dan Paolus Nong Susar, bersama pimpinan dan anggota DPRD Sikka.

Dirinya berjanji, pada 2020 di bawah kepemimpinan dirinya, bersama wakil bupati, prestasi ini akan dipertahankan. Kepada anggota DPRD Sikka yang akan berakhir masa jabatannya, mantan Camat Nelle ini pun menghaturkan terima kasih.

Lihat juga...