Beli Tiket KA di Padang melalui Aplikasi KAI Access

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Mulai 1 September 2019 mendatang, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) II Sumatera Barat, memberlakukan penjualan tiket melalui Aplikasi KAI Access yang dapat diunduh di playstore bagi yang memiliki smartphone.

Kepala PT. KAI Divre II Sumatera Barat, Insan Kesuma, mengatakan, tujuan dihadirkannya penjualan tiket melalui aplikasi dimaksud, selain mengurangi tumpukan antrean di loket tiket, juga sebagai upaya PT. KAI memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan tiket untuk menumpang KA.

Kepala PT. KAI Divre II Sumatera Barat, Insan Kesuma, saat diwawancarai awak media di Stasiun KA Padang, Jumat (30/8/2019)/Foto: M. Noli Hendra

Ia menyebutkan jumlah penumpang di Stasiun KA Padang per harinya itu mencapai 2.700 orang. Penumpang di Stasiun KA Padang didominasi oleh anak-anak muda. Sehingga dangan hadirnya penjualan tiket melalui Aplikasi KAI Access, akan semakin memudahkan, dimana mereka merupakan anak muda yang sebagian besar menggunakan smartphone dalam aktivitas sehari-hari.

“Di Stasiun KA Padang ini penumpangnya cukup ramai, terutama di pagi hari dan sore harinya. Dimana di jam-jam tersebut, merupakan momen pergi dan pulang kerja, dari Padang – Pariaman dan sebaliknya. Biasanya mereka harus buru-buru datang ke stasiun supaya tidak tidak habis. Nah dengan adanya aplikasi ini, sebelum keluar dari kantor susah bisa membeli tiket,” katanya, yang ditemui sore ini di Stasiun KA Padang, Jumat (30/8/2019).

Insan menjelaskan, sistem pembelian tiket melalui aplikasi tersebut, sama seperti membeli tiket pesawat di berbagai platform digital.

Tapi bedanya di tiket KA yang telah dibeli itu, bukan dalam bentuk kertas, melainkan dalam bentuk scan kode QR yang nantinya kode itu akan di-scan oleh petugas di stasiun, sebelum calon penumpang memasuki area keberangkatan.

Menurutnya, meskipun dibeli melalui aplikasi, soal harga antara yang beli sebelumnya melalui loket tiket, masih sama atau tidak, akan ada perbedaan harga antara membeli tiket menggunakan aplikasi, atau membeli tiket di loket resmi di stasiun.

“Jadi 1 September mendatang yang bertepatan pada hari libur, sudah bisa menggunakan aplikasi tersebut untuk membeli tiket. Namun untuk yang membeli tiket dalam bentuk rombongan belum bisa melalui Aplikasi KAI Access, dan disarankan membelinya ke loket yang ada di stasiun,” jelasnya.

Kendati telah dapat membeli tiket menggunakan aplikasi, PT KAI Divre II Sumatera Barat masih melayani penjualan tiket secara manual atau membeli langsung ke loket tiket. Hal ini diperuntukkan terutama bagi masyarakat yang tidak memiliki smartphone sebagai alat transaksi, dalam membeli tiket melalui aplikasi tersebut.

“Kalau untuk masyarakat yang mengalami kesulitan melihat dalam membeli tiket menggunakan aplikasi tersebut, bisa dibantu oleh keluarga atau teman terdekat. Artinya hadirnya aplikasi tersebut untuk memberikan kemudahan, bukan malah menyulitkan masyarakat,” ungkapnya.

Dikatakannya aplikasi tersebut juga dapat berlaku secara nasional. Sehingga apabila masyarakat Sumatera Barat berada di luar daerah, apalagi ingin menggunakan transportasi KA, juga dapat menggunakan aplikasi tersebut. Karena dalam sistem penjualan KA di aplikasi itu, berlaku untuk seluruh stasiun KA di Indonesia.

“Kalau di wilayah Sumatera Barat, seluruh tujuan stasiun memberlakukan pembelian tiket melalui aplikasi. Seperti tujuan ke Stasiun Pariaman di Pantai Gandoriah, Stasiun Naras, dan juga tujuan Stasiun BIM, juga bisa membeli tiket melalui aplikasi tersebut,” sebutnya.

Sementara itu, salah seorang calon penumpang KA di Stasiun Padang, Marni, mengatakan, meski pihak PT. KAI Divre II Sumatera Barat memberlakukan 1 September mendatang, tapi dirinya telah lama menggunakan aplikasi tersebut untuk membeli tiket. Hal itu bahkan telah diketahuinya sejak Maret 2019 lalu.

“Saya sudah menggunakan pak ini baru beberapa bulan ini. Sistem pembelian tiket sangat mudah, dan bahkan tidak harus antre apalagi harus buru-buru ke stasiun. Terkadang tiket habis. Nah sekarang tidak lagi,” katanya.

Ia berharap, ke depan pihak PT. KAI Sumatera Barat bisa meningkatkan lagi layanannya. Seperti halnya sekarang, hanya ada satu alat scan kode QR tiket. Kondisi tersebut dikhawatirkan bakal terjadi penumpukan antrean untuk masuk ke area keberangkatan.

Lihat juga...