37 Warga Padang Positif Penyakit Skabies

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

PADANG — Sebanyak 37 warga yang berdomisili di Gunung Sangko perbatasan Kecamatan Kuranji – Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, tepatnya di RW 07 RT 05, dinyatakan positif terkena penyakit skabies.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat Merry Yuliesday/Foto: M. Noli Hendra

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Merry Yuliesday mengatakan, sejauh ini data yang masuk ke provinsi, hanya Kota Padang yang warganya terkena penyakit skabies. Antisipasi penularan, saat ini penyuluhan hingga pemeriksaan kesehatan dan pengobatan.

“Untuk warga yang terkena skabies, sebagian sudah mendapat pengobatan dari Puskesmas terdekat.,” sebutnya, Jumat (23/8/2019).

Merry menjelaskan skabies (scabies) adalah penyakit kulit yang menular disebabkan oleh penyusupan tungau (sarcoptes scabiei) yang memiliki ukuran kecil.

Tungau itu senang bersarang di lapisan kulit manusia. Caranya bersarang itu, tungau ini menggali terowongan dan bertelur di dalam kulit. Sehingga penderitanya dapat merasa gatal dan kemerahan di kulitnya.

“Jadi untuk penyakit skabies atau tungau kudis ini dapat hidup di mana saja. Seperti pada tubuh, tetapi beberapa tempat favorit mereka termasuk di sela jari, lipatan pergelangan tangan, siku, lutut, sekitar pinggang dan pusar. Selanjutnya juga bisa menyerah ke bagian pada lipatan payudara atau alat kelamin serta selangkangan,” ungkapnya.

Dikatakannya selain menyerah bagian tubuh, skabies juga menyerang pada anak-anak yang dapat mengenai kulit wajah dan kepala. Rasa gatal yang hebat diakibatkan terjadi pada malam hari saat tungau lebih aktif.

Sehingga akibat dari menggaruk itu, bercak kemerahan yang disertai dengan krusta atau lecet, yang dapat terjadi pada seluruh bagian tubuh terutama pada sela-sela jari, bagian perut, selangkangan, leher dan ketiak.

“Skabies atau kudis ini bisa dihilangkan dengan beberapa obat yang bisa ditemukan di sejumlah Apotek, atau bisa datang berobat langsung ke dokter untuk mendapatkan resepnya,” katanya.

Merry menjelang, obat yang bisa diberikan untuk pengobatan skabies itu seperti memberikan 5 persen krim permethrin, untuk menghilangkan kudis dan telurnya (untuk anak 2 bulan ke atas dan wanita hamil). Lalu juga bisa memberikan 25 persen losion benzyl benzoate, 5 sampai 10 persen salep sulfur, 10 persen krim crotamiton (tidak boleh digunakan untuk anak dan wanita hamil).

Selanjutnya juga bisa diberikan satu persen losion lindane (tidak untuk anak di bawah dua tahun, wanita hamil atau menyusui, lansia, dan orang yang memiliki berat kurang dari 50 kg). Namun untuk skabies yang menutupi sebagian besar tubuh dan berkusta, dibutuhkan obat yang lebih kuat.

“Biasanya dokter akan meresepkan ivermectin, selain krim, losion, dan ivermectin, dokter juga akan memberikan kombinasi perawatan lain seperti antihistamin, untuk mengendalikan rasa gatal dan membantu tidur. Ditambah dengan Losion Pramoxine, untuk mengendalikan rasa gatal. Antibiotik, untuk menghilangkan infeksi. Krim steroid, untuk mengurangi kemerahan, bengkak, dan gatal,” paparannya.

Menurutnya skabies atau kudis, sebenarnya bisa dilakukan berbagai cara. Seperti menghindari kontak dengan orang atau benda yang terinfeksi. Karena ini sangat mudah menular dari kulit ke kulit. Lalu usahakan untuk menghindari kontak langsung dengan orang atau benda yang terinfeksi.

Ia menyarankan, gunakan baju dan celana panjang jika di rumah ada anggota keluarga yang terinfeksi penyakit kulit ini. Selain itu, jangan bertukar pakaian atau tidur dalam satu kasur yang sama agar tidak mudah tertular. Mencuci barang yang mungkin terinfeksi dengan air panas seprai, pakaian, dan handuk yang ditaruh berdekatan atau dicampur dengan milik orang yang terinfeksi scabies selama tiga hari sebelum pengobatan sebaiknya dicuci bersih.

“Tungau yang menempel ini biasanya tidak bisa bertahan hidup lebih dari 2-3 hari di luar kulit manusia. Untuk itu disarankan rutin membersihkan rumah. Jika ada anggota keluarga yang terkena scabies usahakan untuk rutin membersihkan lantai rumah,” harapnya.

Lihat juga...