Warga Lombok Gotong Royong Bangun Rumah Tahan Gempa
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
MATARAM – Pembangunan rumah tahan gempa (RTG), masyarakat korban gempa Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat dinilai lebih cepat dan berhasil merampungkan pembangunan banyak rumah, daripada pembangunan menggunakan jasa kontraktor.
“Pola pembangunan swakelola dan royong royong di lapangan yang dilakukan masyarakat korban gempa, terutama Lombok Utara menjadi salah satu pemicu percepatan realisasi RTG,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Ahsanul Khalik, di Mataram, Rabu (10/7/2019).

Menurutnya, pembangunan RTG dengan model tersebut selain bisa menghemat dana bantuan yang diberikan, bisa digunakan untuk keperluan lain, gotong royong juga membuktikan kepedulian dan solidaritas sosial diantara masyarakat masih tinggi.
Pola tersebut diharapkan bisa ditiru masyarakat korban gempa lain, sehingga pembangunan rumah masyarakat bisa segera rampung semua, memiliki rumah dan bisa hidup normal seperti sedia kala.
“Hasil temuan di lapangan, progres pembangunan RTG untuk Lombok Utara ternyata lebih besar dari dimiliki BPBD melalui tenaga fasilitator, yaitu mencapai 80 persen,” katanya.
Khalik menambahkan, meski pembangunan RTG dilakukan secara swakelola, tapi bukan berarti masyarakat dibiarkan membangun sendiri tanpa pengawasan, tetap ada pendampingan dari fasilitator, hanya saja belum semua fasilitator menyampaikan progresnya ke Tenaga Pendamping Kecamatan (TPK) maupun ke BPBD.
Data BPBD NTB melansir jumlah RTG yang sudah rampung dan masih dikerjakan pembangunannya mencapai 31 persen dari total rumah rusak berat (RB), 44 ribu yang tercatat di Lombok Utara.
“Yang kita lihat di lapangan faktanya yang sedang proses pengerjaan dan hampir selesai itu sudah hampir 70 – 75 persen. Artinya progres untuk Lombok Utara saat ini sudah pada angka 80 persen lebih,” katanya.
Lebih lanjut ia menambahkan, terkait hal tersebut pihaknya akan meminta TPK, fasilitator Sipil, TNI – Polri untuk segera memperbaiki laporan percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi sesuai kondisi lapangan yang ada.
Sebelumnya, Bupati Kabupaten Lombok Utara, Najmul Ahyar, optimis pembangunan RTG masyarakat korban gempa bisa segera rampung sesuai target, sehingga masyarakat bisa segera memiliki rumah kembali dan hidup normal seperti sedia kala.
Dari beberapa konsep rumah yang ada, sebagian besar masyarakat Lombok Utara lebih memilih membangun rumah dengan konsep rumah kayu, rumah konvensional dan sisanya dengan konsep rumah instan sehat sederhana (Risha).