Wapres: RS Harus Beri Pelayanan Berbasis ‘Hospitality’

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Industri rumah sakit saat ini, bukan hanya berbicara mengenai tenaga medis dan teknologi saja. Tapi, juga mengharuskan adanya suatu pelayanan prima yang berbasis pada hospitality. Pelayanan prima ini, menurut Wakil Presiden, Jusuf Kalla, bisa terjadi jika rumah sakit bukan hanya melibatkan tenaga berbasis medis, tapi juga yang berbasis teknologi dan hotelier.

“Saat ini di Jakarta ada sekitar 300 rumah sakit. Artinya, untuk bersaing dibutuhkan yang mampu memberikan layanan terbaik,” kata  Jusuf Kalla, saat memberikan sambutan pada Grand Launching RS Yarsi Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Direktur Utama RS Yarsi Jakarta Dr. Mulyadi Muchtiar, MARS. –Foto: Ranny Supusepa

JK menyebutkan, rumah sakit harus bisa memberikan pelayanan yang terbaik, karena rumah sakit merupakan muara terakhir bagi masyarakat.

“Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kesehatan. Genetika, kebiasaan dan lingkungan. Saat tiga faktor ini tidak berfungsi atau menyebabkan seseorang sakit, maka rumah sakit sebagai faktor keempat akan menjadi penampungan terakhir,” kata JK.

Karena itu, rumah sakit harus memberikan pelayanan yang basisnya adalah hospitality. Rumah sakit terbaik itu harus merupakan gabungan dari pelayanan medis, nonmedis, teknologi dan hotelier,” ucapnya.

Terkait perkembangan rumah sakit swasta, JK menyebutkan walaupun pemerintah sudah memberikan kontribusi besar dalam hal kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, tapi tetap dibutuhkan keterlibatan swasta.

“Kita negara besar, dengan penduduk yang jumlahnya besar juga. Sehingga membutuhkan pelayanan sosial yang besar pula. Lagipula, masyarakat memang selalu membutuhkan pelayanan yang makin baik,” kata JK.

Direktur Utama RS Yarsi Jakarta, Dr. Mulyadi Muchtiar, MARS., menyebutkan, salah satu bentuk pelayanan dari rumah sakit adalah memiliki Center of Excellence, yaitu suatu pelayanan unggulan dalam perawatan pasien.

“Untuk memberikan yang terbaik pada pasien, artinya harus memberikan layanan kesehatan dan profesional. Serta bisa menjadi pusat rujukan dengan dukungan iptek dan menjadi sarana pendidikan dan penelitian kedokteran,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan, pentingnya menjawab tantangan zaman dengan menyediakan konsep digital dalam praktik layanan.

“Digital hospital merupakan future healthcare. Sistemnya harus mampu berkembang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan rumah sakit terkait,” pungkasnya.

Lihat juga...