Tak Ada Hujan, Tanaman Mete di Sikka Berbunga Lebat
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
MAUMERE – Hujan yang tak kunjung turun sejak akhir April 2019 memberi dampak baik bagi para petani jambu mete di kabupaten Sikka. Sejak akhir bulan Juni, tanaman mete berbunga lebat dan diperkirakan panen mete lebih baik dibandingkan tahun 2018 lalu.
“Tahun ini kemungkinan hasil panen mete lebih baik karena saat tanaman mete berbunga tidak terjadi hujan. Kalau hujan terus menerus maka buah mete berwarna kehitaman dan bunga mete akan banyak yang jatuh,” sebut Sirilus Keso, warga Waigete, Senin (15/7/2019).
Dikatakan Sirilus, tahun lalu saat mete sedang berbunga, terjadi hujan lebat. Hingga bulan Juni saja hujan masih sesekali turun yang membuat buah mete berwarna kehitaman dan buahnya mengecil.
“Kami para petani lahan kering dan gersang sangat bergantung kepada hasil mete. Nilai jualnya lumayan bagus dimana sekilo bisa mencapai Rp15 ribu sampai Rp20 ribu,” ujarnya.
Sirilus mengaku, tahun lalu hanya mendapatkan uang sekitar Rp60 juta saja dari kebun mete seluas hampir satu hektar. Tahun 2019 ini, dirinya memperkirakan bisa mendapatkan uang hingga Rp100 juta bila panennya bagus.
Wilhelmus Werang, petani mete lainnya di desa Watudiran, kecamatan Waigete, pun mengakui hasil mete tahun 2019 meningkat pesat. Sejak akhir bulan Juni sudah banyak petani mete yang mendapatkan hasil.

“Sejak akhir bulan Juni mete sudah mulai berbuah dan beberapa pohon buahnya sudah masak. Awal Juli saja harga jualnya di toko di kota Maumere masih tinggi mencapai Rp25 ribu sekilogram,” ungkapnya.
Wilhelmus berharap harga jual mete di Maumere tetap tinggi agar petani bisa mendapatkan uang lebih banyak. Rata-rata petani di kecamatan Waigete hingga Talibura yang tanahnya berbatu dan tergolong gersang sangat mengandalkan mete sebagai sumber pendapatan.
Blasius Lewar, petani mete di kecamatan Waiblama pun saat ditanya mengaku, mete di kebunnya berbunga sangat lebat. Kendalanya masih sesekali terjadi angin kencang sehingga mengganggu tanaman mete yang baru berbunga.
“Memang masih ada angin kencang tetapi tidak terlalu berpengaruh terhadap hasil panen. Kalau hujan terus menerus baru petani mete akan pusing sebab pasti hasil panen akan menurun drastis,” tuturnya.
Tanaman mete kata Blasius, biasanya di tahun ketiga setelah ditanam sudah mulai berbuah. Masa keemasan terjadi saat mete berumur 5 tahun karena sudah mulai tumbuh besar dan berbuah banyak.
“Semakin besar pohonnya maka hasil panen pasti lebih banyak. Saat musim hujan dilakukan pemangkasan maka cabang akan semakin banyak dan buah pun melimpah. Apalagi mete tidak perlu perawatan khusus dan pemupukan,” terangnya.