SAR Maumere Hentikan Pencarian Nelayan Tenggelam

LARANTUKA – Pencarian nelayan Desa Lewolaga, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, Fandi Tukan, yang tenggelam saat memancing di bagan pada Selasa (2/7), dihentikan. Nelayan yang tenggelam di perairan Desa Nobo tersebut tidak membuahkan hasil hingga hari ke tujuh.

“Pencarian hari ke enam, belum berhasil ditemukan. Tanda-tanda pencarian tetap nihil dari hari pertama jalannya operasi pencarian di Perairan Nobo, Kabupaeten Flores Timur,” sebut kepala kantor SAR Maumere, I Putu Sudayana,MAP, Senin (8/7/2019).

Tim SAR Gabungan yang bergabung dalam pencarian hari ke enam terdiri dari Rescuer Kantor SAR Maumere 5 orang, Pos AL Flotim 3 personel serta aparat Koramil 1624-06 Boru dan Polsek Titihena masing-masing 4 orang.

Kepala Kantor SAR Maumere, I Putu Sudayana, MAP. -Foto: Ebed de Rosary

“Pencarian juga melibatkan staf dinas sosial, dalam hal ini Tagana Flotim 6 orang, BPBD Flotim 8 serta keluarga korban dan masyarakat setempat berjumlah 30 orang. Pencarian menggunakan perahu karet milik SAR Maumere serta beberapa kapal nelayan,” terangnya.

Hasil evaluasi pelaksanaan operasi SAR dari hari pertama sampai hari ke enam bersama seluruh potensi SAR dan keluarga korban sudah dilakukan. Tanda-tanda korban ditemukan sangat kecil.

“Untuk itu, operasi SAR sudah dianggap tidak efeketif dan efisien. Karena itu, selanjutnya akan dilaksanakan pemantauan dan kesiapan evakuasi, bila ada tanda-tanda korban ditemukan,“ jelasnya.

Sejak Minggu (7/7) sore, Tim Rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Maumere telah kembali ke Maumere. Hingga hari ke tujuh, saat pemantauan tidak ditemukan korban.

Sius, salah seorang warga Desa Nobo, mengatakan, perairan di desa tersebut memang arusnya sangat deras. Sebab, berada di selat yang sangat sempit. Perairan ini berada di antara pulau Flores bagian selatan dan pulau Solor bagian barat.

“Biasanya nelayan sering memancing ikan dasar laut yang banyak terdapat di tempat ini menggunakan perahu tradisional saat malam hari. Biasanya lokasi memancingnya pun hanya sekitar 300 meter saja dari pesisir pantai di desa tersebut,” ungkapnya.

Menurut Sius, banyak masyarakat mengatakan, bahwa 3 pulau kecil yang berada di selat tersebut sangat angker. Dirinya menduga, saat terjatuh ke laut dan tenggelam kondisi arus sangat kencang, sehingga korban terseret arus.

“Memang jarang sekali terjadi nelayan tenggelam saat, melaut karena banyak nelayan di desa Nobo dan sekitarnya biasanya melaut tidak jauh dari pantai. Lebih banyak nelayan melaut saat pagi hari,” terangnya.

Lihat juga...