Puluhan Pemuda Berbagai Negara Belajar Keberagaman ke NTB
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
MATARAM – Puluhan pemuda peserta ASEAN Youth Interfaith Camp 2019 dari berbagai negara, termasuk Indonesia, belajar banyak hal ke Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Salah satunya, terkait dengan keharmonisan kehidupan masyarakat NTB meskipun berbeda agama, suku, ras dan golongan.
Asisten Pemprov NTB, Ridwansyah, menjelaskan, NTB bisa diibaratkan sebagai “Indonesia Mini”. Sebab di NTB dihuni oleh jutaan masyarakat dengan latar beragam mulai suku, budaya dan agama, tapi bisa tetap hidup harmonis dan berdampingan.

“Masyarakat NTB itu sangat beragam, baik budaya maupun agama, tapi terbukti bisa hidup berdampingan satu sama lain,” kata Ridwan, Selasa (9/7/2019).
Keberagaman tersebut merupakan potensi besar untuk pembangunan di daerah maupun Indonesia. Menjadikan keberagaman yang dimiliki sebagai kekuatan serta mengedepankan toleransi.
Ia menjelaskan, Lombok juga dikenal sebagai pulau puluhan ribu masjid dan masyarakatnya sangat religius. NTB juga sukses menjadi salah satu destinasi wisata dunia dengan mengembangkan friendly moslem tourism atau wisata halal.
“Kuncinya menjaga harmoni, mengembangkan kearifan lokal (local wisdom). Tapi tetap bisa menerima hal-hal baru dari luar sebagai konsekuensi kehidupan global khususnya sektor pariwisata,” ungkapnya.
Ridwan juga mengajak para pemuda dari puluhan negara, selain belajar soal NTB juga berharap ada sharing pengalaman dan masukan dari pemuda untuk NTB .
Xyza Vasily Guenyawan Dela Pena dari Filipina mengaku, merasa terkesan dengan NTB yang tidak hanya terkenal dengan keindahan alam atau destinasi wisata. Namun juga menjadi tempat untuk belajar bagaimana hidup harmonis dengan seluruh masyarakat yang berbeda keyakinan.
“NTB tidak hanya pariwisatanya yang bagus untuk dikunjungi, tapi juga bisa menjadi tempat belajar memelihara keberagaman dan toleransi di tengah masyarakat yang plural,” ungkapnya.
Selama di Lombok, para delegasi tersebut mengunjungi beberapa lokasi. Antara lain Islamic Center, Desa Lingsar serta ingin melihat dari dekat penanganan pascabencana gempa.